Banjir Rob di Pati Rendam Ratusan Hektare Tambak, Petani Rugi Miliaran
Umar Hanafi
Sabtu, 24 Mei 2025 15:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Bencana banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit, khususnya bagi sektor perikanan tambak.
Diperkirakan 107 hektare lahan tambak ikan tergenang, dengan potensi kerugian mencapai miliaran rupiah.
Kepala Desa Tunggulsari Setyo Wahyudi mengatakan, banjir rob mulai menggenangi tambak dan pemukiman penduduk sejak Senin (19/5/2025). Ketinggian air terus bertambah, bahkan mencapai puncaknya pada Rabu (21/5/2025).
Pada puncak banjir, setidaknya 163 rumah yang tersebar di lima RT tergenang. Saat ini, banjir sudah mulai surut dan hanya menyisakan satu RT, yakni RT 5 RW 5, yang masih terendam.
Namun, surutnya air tidak mengurangi kekhawatiran para petani tambak di Desa Tunggulsari yang kini harus menghadapi potensi kerugian besar akibat lahan mereka yang terendam.
”Sepanjang tambak sampai pantai rata dengan laut. Jumlah luasan tambak 107 hektare,” ujar dia kepada Murianews.com, Sabtu (24/5/2025).
Ia mengaku tidak semua petani tambak di Desa Tunggulsari gagal panen. Pasalnya, mereka sudah menyiapkan diri dengan memasang jaring atau waring di tambak mereka. Namun, beberapa area ketinggian air melebihi tinggi jaring. Sehingga ikan tambak pun lepas.
”Sebenarnya semuanya tidak gagal panen. karena sebagian nelayan memasang waring di tambaknya . Tapi beberapa tambak tertentu yang ikannya melebihi waring. Sehingga ikan tidak bisa dikendalikan,” ungkap dia.
Taksiran kerugian...
- 1
- 2



