Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kirab boyongan digelar dalam puncak peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Kamis (7/8/2025). Keris Rambut Pinutung dan Kuluk Kanigara pun diarak dalam kirab ini.

Kirab boyongan ini dimulai dari Pendapa Kemiri menuju Pendapa Pati. Masyarakat pun antusias menyaksikan iringan-iringan kirab tersebut. Mereka tampak memenuhi sepanjang rute kirab.

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, DPRD, pimpinan OPD, camat, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pelajar dan pegiat budaya. Mereka diiringi dengan menaiki kereta kuda.

Rombongan peserta kirab ini mengenakan busana adat, membawa pusaka Keris Rambut Pinutung dan Kuluk Kanigara, dan melibatkan prajurit simbolik dari tiga kadipaten cikal bakal Kabupaten Pati. Yakni Mojosemi, Paranggaruda, dan Carangsoka.

Prosesi dimulai dengan pengambilan air suci oleh Kepala Desa Sarirejo dan Juru Kunci di Pendapa Kemiri. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional Eka Prawira dan Bedhaya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan doa dan gelar bregodo untuk mengawali prosesi kirab yang menyusuri jalan-jalan kota. Mulai dari Gemeces, Jalan Pemuda, melintasi alun-alun hingga finis di kantor Bupati Pati.

Setibanya di Pendapa Kabupaten Pati, acara dilanjutkan dengan bermacam pertunjukan. Mulai dari seni beladiri gongcik, tari golek mugi rahayu, hingga pembacaan suluk oleh dalang.

Bupati Pati Sudewo menegaskan, bahwa kirab ini bukan sekadar hiburan. Tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya leluhur.

Diadakan Lima Tahun Sekali... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler