Pansus Pemakzulan Sudewo Temukan Dugaan Nepotisme di RSUD Soewondo
Umar Hanafi
Jumat, 5 September 2025 16:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati Sudewo menemukan dugaan nopitisme di dalam Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Soewondo.
Ini terungkap usai anggota Pansus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati tersebut melakukan inspeksi mendadak alias sidak di RSUD RAA Soewondo usai Sidang Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, Kamis (4/9/2025) kemarin.
Torang Manurung yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pengawas atau Dewas RSUD Soewondo diduga memanfaatkan jabatannya agar CV istrinya bisa masuk dan memasok logistik gizi di rumah sakit tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Teguh Bandang Waluyo mengakui dugaan nepotisme ini.
”Terkait dengan Manurung kami konfirmasi. Kedatangan saya hanya memastikan isi yang berkembang kasus yang menanyakan harga telur dan merambat ke CV istri beliau,” ujar Bandang, Jumat (5/9/2025).
Perusahaan milik istri Torang Manurung tersebut yakni CV Kuliner Sehat Medika. Tak hanya itu, Torang Manurung juga diduga menggunakan CV milik tetangganya untuk ikut memasok bahan makanan di RSUD RAA Soewondo Pati.
”Kami cek ada CV yang ada. CV Kuliner Sehat Medika, Syah Putra Dua ini tetangganya Pak Manurung yang mengatur istrinya Manurung sendiri,” ungkap Bandang.
Menurutnya, praktek ini merupakan wujud nepotisme. Ia menilai nepotisme ini terjadi bersumber dari kebijakan pengangkatan Dewas RSUD Soewondo Pati yang tak sesuai prosedur.
”Ini imbas dari kebijakan yang salah imbasnya ke nopitisme yang berjalan. Ini tidak boleh dibiarkan,” tandas dia.
Torang Manurung Walk Out...
- 1
- 2



