Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kabupaten Pati menjadi daerah pertama menyelenggarakan Koperasi Desa atau Kopdes Fest tahun ini. Dari kegiatan ini, penyelenggara berambisi mengangkat potensi desa.

Kopdes Fest #1 Tahun 2025 yang digelar paguyuban Kopdes Merah Putih Kabupaten Pati ini untuk memperkenalkan potensi desa-desa di Pati kepada masyarakat luas, termasuk kepada Presiden Republik Indonesia, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan di Halaman Eks Bakorwil Jateng di Pati ini menampilkan sejumlah pameran dan pertunjukan. Mulai dari pameran potensi desa, pasar kuliner rakyat, serta kreasi seni budaya.

Koordinator Kopdes Fest #1 2025, Gigih Sumarsono, menjelaskan festival ini menjadi momentum bagi Pati untuk menunjukkan keunggulan dan kekayaan sumber daya yang dimiliki.

”Kopdes Festival yang pertama ini kami gelar untuk menunjukkan kepada khalayak, terutama pada Bapak Presiden, bahwa Pati ini berbeda. Kami punya potensi luar biasa, ada laut, gunung, wisata religi, dan garam. Semua itu merupakan kekuatan besar yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian desa,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dengan berbagai pihak, termasuk dunia akademik. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah peluncuran aplikasi Ngoceh Go dan Barter Go yang dikembangkan bersama Universitas Muria Kudus (UMK).

”Aplikasi ini membantu dalam pemetaan potensi desa. Setelah dipetakan, desa bisa lebih mudah bekerja sama. Misalnya, desa penghasil tertentu bisa memasok kebutuhan desa lain. Jadi, terjadi pertukaran dan kolaborasi antardesa,” tambahnya.

Penguatan Koperasi Merah Putih...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler