Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Pelaporan terhadap aktivis lingkungan Pegunungan Kendeng, Gunretno, ke pihak kepolisian dinilai oleh kelompok Sukolilo Bangkit, Kabupaten Pati, sebagai upaya kriminalisasi yang didalangi oleh bos tambang.

Karena itu, Sukolilo Bangkit pun menyatakan siap melawan dan telah menyiapkan rencana untuk membuat laporan balik ke kepolisian.

Koordinator Sukolilo Bangkit, Slamet menilai pelaporan tersebut merupakan tindakan pembungkaman terhadap aktivis yang peduli terhadap kelestarian lingkungan Pegunungan Kendeng.

”(Pelaporan) ini upaya pembungkaman terhadap aktivis pejuang lingkungan Kendeng,” ujar Slamet kepada Murianews.com, Kamis (4/12/2025).

Sebagai wujud rasa solidaritas, Sukolilo Bangkit pun ikut mengawal pemeriksaan Gunretno di Polda Jateng, hari ini. Tak hanya itu, pihaknya berencana melawan dengan membuat laporan balik pihak penambangan kepolisian.

”Rencana kita juga akan rembugan dengan teman-teman. Kita ada rencana untuk lapor balik,” kata Slamet.

Menurutnya, aktivitas pertambangan meresahkan. Aktivitas penambangan baik berizin maupun tidak merusak lingkungan Pegunungan Kendeng.

Berbagai bencana alam sering terjadi di lereng Pegunungan Kendeng usai masifnya aktivitas penambangan galian c. Mulai dari tanah longsor, banjir saat musim hujan hingga kekeringan saat musim kemarau.

Bos tambang...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler