Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1, Desa Tlogorejo, Kabupaten Pati, Jumat (27/2/2026).

Warga memprotes kualitas dan nilai gizi pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.

Massa datang dengan membawa pikap yang dipasang spanduk tuntutan. Salah satu isi spanduk itu yakni ”MBG Ladang Korupsi”.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Muhammad Ali Sobri mengaku mereka memprotes SPPG Tlogowungu 1 lantaran menilai menu kering yang dibagikan tak sesuai.

Beberapa waktu lalu, SPPG ini membagikan MBG dengan menu 1 roti, 1 jeruk dan empat biji telur puyuh. Menu untuk sekolah dasar (SD) kelas 1-3 ini disebut senilai Rp 8 ribu.

”Menu yang dibagikan ke anak-anak yang katanya Rp 8 ribu. Tapi pihak Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu membuktikan di lapangan (pasaran) sendiri, harga itu cuma Rp 5 ribu. Sisa yang Rp 3 ribu itu kemana,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga menemukan jeruk busuk di sejumlah menu MBG yang dibagikan. Hal ini membuat masyarakat semakin mempertanyakan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini.

”Bahan yang dipakai, yang dibagikan saya dapat konfirmasi dari anak-anak itu ada yang busuk, jeruk Pak. Ketika kita minta dihadirkan ahli gizinya kenapa kog tidak ada. padahal seharusnya ahli gizi stanby di sini. Untuk menyampaikan makanan itu layak atau tidak,” lanjut dia.

Perbaikan...

Ia pun menuntut adanya perbaikan pelayanan gizi di SPPG Tlogowungu 1. Bila tidak, massa menuntut SPPG tersebut dibubarkan.

”Yang kami harapkan kalau tidak ada perbaikan kita bubarkan saja SPPG. Kasihan, kita meminta hak untuk anak-anak. Lima ribu itu dapat jeruk 1 kecil, roti 1 dan telur puyuh isi 4. Itu Rp 5 ribu sudah termasuk mahal Pak. Sedangkan sisanya kemana Pak,” beber dia.

Massa juga mengancam bakal kembali menggelar demo bila tidak ada kejelasan. Ia bakal mengerahkan massa lebih banyak.

”Kalau tidak ada titik kejelasan akan kita hadirkan lebih. Kalau tidak ada penjelasan bisa 3 kali lipat,” tandas dia.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler