Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sekolah Dasar Negeri atau SDN Kutoharjo 03, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kebakaran pada Sabtu (28/2/2026) malam. Lantas bagaimana kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin (2/3/2026) besok?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pati Sunarji mengaku sudah mengecek kondisi gedung SDN Kutoharjo 03 Pati. Menurutnya, hanya sebagian kecil SD yang mengalami kebakaran.

Sunarji pun menilai kebakaran tersebut tidak akan mengganggu KBM siswa. Apalagi tidak ada ruang kelas yang ikut terbakar. Menurutnya, hanya gudang penyimpanan sampah daur ulang yang terbakar.

”Tadi sudah saya cek langsung. Yang terbakar gudang penyimpanan barang bekas, untuk pelaksanaan KBM tidak terganggu,” ujar Sunarji kepada Murianews.com, Senin (1/3/2026).

Sunarji pun memastikan tidak ada kebijakan meliburkan KBM usai gedung SDN Kutoharjo 03 kebakaran. KBM dilakukan seperti biasa seperti hari-hari biasanya.

”Hanya gudang (yang terbakar),” tandas dia.

Sementara itu, Damkar Satpol PP Kabupaten Pati menyebut area yang terbakar yakni ruang perpustakaan dan sebagian musala. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Selang beberapa saat, tim pemadam kebakaran datang ke lokasi. Mereka sampai di lokasi kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB.

Pemadam...

Sebanyak 2 armada kebakaran dikerahkan. Lima anggota Damkar Satpol PP Kabupaten Pati juga ikut dikerahkan untuk menjinakkan si jago mereh.

”Laporan masuk pukul 20.00 WIB. Damkar Pati  segera berangkat dengan membawa 2  armada dan 5 anggota damkar,” kata Kasi Damkar Pati Wahyu Widiatmoko.

Hingga akhirnya, mereka dibantu warga dan anggota TNI/Polri berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 21.15 WIB sebelum merembet ke ruang lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meskipun demikian, pihak sekolah mengalami kerugian ditaksir hingga Rp 50 juta.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler