Ia pun mengimbau kepada pengelola wisata untuk menjaga kualitas dan tidak menaikkan tarif parkir dan harga makanan. Menurutnya, praktik semacam itu justru membuat wisatawan kapok untuk berkunjung ke destinasi wisata Bumi Mina Tani.
”Tetap pengelola mengelola dengan baik, baik penataan parkirnya jangan terlalu tinggi, kulinernya juga jangan sampai membebani dengan menambahkan harga. Kami sudah himbau untuk menempelkan harga. Diusahakan sama dengan hari sebelumnya,” tandas dia.
Murianews, Pati – Wisatawan di Kabupaten Pati melonjak saat libur Lebaran 2026. Sejumlah destinasi wisata pun menjadi lokasi favorit wisatawan. Namun, ada sejumlah destinasi wisata terfavorit di kalangan wisatawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono menjelaskan kunjungan wisata saat Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 5-6 persen daripada tahun lalu.
”Dari data kunjungan ada kenaikan sekitar 5-6 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Rekso kepada Murianews.com, Kamis (26/3/2026).
Adapun destinasi wisata terfavorit di Pati antaranya Agro Wisata Jollong di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, lalu Waduk Seloromo Gembong hingga Desa Wisata Jrahi Kecamatan Gunungwungkal.
”Didominasi Jollong, waduk seloromo, kemudian beberapa destinasi wisata yang lain,” ungkap Rekso.
Makin bertambah...
Ia memaparkan puluhan ribu wisatawan membanjiri Kabupaten Pati saat libur Lebaran 2026. Kebanyakan para wisatawan merupakan perantau yang pulang kampung hingga kerabat warga Pati yang ingin merayakan wisata Bumi Mina Tani
”Hampir 10 ribu kenaikan. Menjadi sekitar 75 ribuan. Karena ada perantauan yang mudik kepati dan saudara yang dari luar kota Pati meningkatkan kunjungan,” tutur dia.
Rekso menilai kunjungan wisatawan ini bakal semakin bertambah. Mengingat libur sekolah masih berlangsung hingga Minggu (29/3/2026) nanti. Pihaknya memprediksi ada ribuan wisatawan masih ingat mencicipi keindahan destinasi wisata Pati.
”Kemungkinan masih ada kunjungan lagi sampai minggu. Karena Senin sudah masuk sekolah. semoga sampai Minggu bisa bertambah. Kemarin yang hari Minggu cukup ramai di Gunungrowo dan lainnya,” kata dia.
Jaga kualitas...
Ia pun mengimbau kepada pengelola wisata untuk menjaga kualitas dan tidak menaikkan tarif parkir dan harga makanan. Menurutnya, praktik semacam itu justru membuat wisatawan kapok untuk berkunjung ke destinasi wisata Bumi Mina Tani.
”Tetap pengelola mengelola dengan baik, baik penataan parkirnya jangan terlalu tinggi, kulinernya juga jangan sampai membebani dengan menambahkan harga. Kami sudah himbau untuk menempelkan harga. Diusahakan sama dengan hari sebelumnya,” tandas dia.
Editor: Anggara Jiwandhana