Penjualan Janur di Pati Lesu Jelang Lebaran Ketupat, Pedagang Ngeluh
Umar Hanafi
Jumat, 27 Maret 2026 15:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati - Penjualan janur di Kabupaten Pati, Jawa Tengah lesu menjelang Lebaran ketupat tahun 2026. Para pedagang pun mengeluhkan kondisi ini.
Para pedagang ini merupakan pedagang janur musiman. Mereka menjajakan janur di sejumlah pasar di Bumi Mina Tani. Salah satunya Pasar Juwana Baru, tepatnya di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Para pedagang memanfaatkan momentum tradisi ketupat yang identik dengan perayaan Lebaran, khususnya di wilayah pesisir Jawa Tengah. Mereka menjajakan janur atau daun kelapa muda untuk menjadi bahan utama pembuatan ketupat, baik dalam bentuk lembaran maupun anyaman siap pakai.
Namun, suasana tahun ini terasa berbeda. Meski pasar tampak ramai oleh pengunjung, daya beli masyarakat terhadap janur justru mengalami penurunan. Kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
Salah satu pedagang itu yakni Wulan. Meskipun kondisi pasar terlihat ramai, namun hanya beberapa pengunjung pembeli janur.
”Pengunjung memang banyak, tapi yang beli janur sedikit. Ini saja baru laku lima ikat. Tahun lalu lebih ramai,” ungkapnya, Jumat (27/3/2026).
Keluhan lainnya...
- 1
- 2



