Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kabupaten Pati masuk tiga besar di Jawa Tengah yang mempunyai kasus campak tinggi. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pun ditetapkan di Bumi Mina Tani.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati tercatat masuk dalam tiga besar daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, bersama Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Klaten.

Hal ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati untuk menjelaskan keadaan KLB campak di Pati.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyayangkan tingginya angka kasus campak di wilayahnya. Ia mengaku baru menerima data tersebut dari pemerintah provinsi dan menilai kondisi ini harus segera ditindaklanjuti secara serius.

”Baik, terkait dengan campak ini kami juga baru dapat data itu dari provinsi. Secepatnya kita akan mengundang dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan, agar masalah ini bisa segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat Puskesmas,” ujar Bandang dari Fraksi PDI Perjuangan.

Menurutnya, masuknya Pati dalam tiga besar kasus KLB campak di Jawa Tengah menjadi catatan penting bagi DPRD. Ia menilai perlu adanya penanganan khusus dari Dinkes Pati agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.

”Ini menjadi catatan bagi kami di DPRD, karena ternyata ada temuan yang sangat luar biasa. Kita berada di peringkat tiga se-Jawa Tengah terkait kasus campak. Ini tentu perlu penanganan khusus dari DKK,” tegasnya.

Bandang juga menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan secara menyeluruh. Selain itu, Komisi D juga berencana turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil di masyarakat.

Dinkes...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler