Outing Class SMPN 1 Tayu: Siswa Bayar Jutaan Rupiah, Guru Ikut Gratis
Umar Hanafi
Jumat, 17 April 2026 10:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Outing class SMPN 1 Tayu Pati dipermasalahkan wali murid. Pasalnya mereka diminta melunasi biaya outing class senilai Rp 1,8 juta dalam waktu sepekan.
Mereka pun membawa permaslahan ini ke DPRD Kabupaten Pati hingga mendapati fakta jika yang membayar kegiatan outing class ini hanya para siswa saja. Sedang guru diberi fasilitas gratis alias tidak bayar dari pihak biro.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo memaparkan jika pihak SMPN 1 Tayu Pati mengaku nominal Rp 1,8 juta tersebut sudah disepakati oleh siswa. Namun, DPRD Pati menilai nominal tersebut terlalu besar.
”Rp 1,8 juta katanya sudah disepakati siswa. Kok segitu. kemudian kita pertanyaan jangan-jangan guru juga tidak bayar. Ternyata betul tidak bayar. Katanya (gratis) dari Biro. Yang bayar anak-anak,” ujar dia.
Maju lebih awal...
Bandang menambahkan, rencana outing class SMP 1 Tayu Pati itu sebenarnya akan dilaksanakan pada bulan Juni. Namun lantaran bulan tersebut ada kegiatan lainnya, outing class pun diajukan menjadi bulan April.
”Ternyata banyak wali murid yang keberatan. Karena bayar Rp 1,8 juta itu baru biasanya, belum sakunya. Tinggal satu minggu. Itu yang segitu masyarakat ya kesulitan. Satu minggu segitu,” lanjut Bandang.
DPRD sendiri, sambung dia, juga telah memanggil perwakilan sekolah untuk menyelesaikan permasalahan ini.
”Sehingga kita undang. Wakil kepala sekolah sampai menenui orang yang mengadu ke kami. sehingga kami clearkan. Senin kami undang semuanya untuk sosialisasi bahwa kegiatan semacam ini kurang tepat,” kata Bandang
Murianews.com mencoba mengkonfirmasi pihak SMPN 1 Tayu. Namun Kepala SMPN 1 Tayu enggan diwawancara.
Editor: Anggara Jiwandhana



