Museum Cagar Budaya Pati Segera Dibangun, di Sini Lokasinya
Umar Hanafi
Selasa, 21 April 2026 14:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Museum Cagar Budaya Pati, Jawa Tengah segera dibangun dalam waktu dekat. Eks Kantor Satpol PP Pati dipilih menjadi lokasi museum yang bakal menyuguhkan berbagai kebudayaan dan sejarah Bumi Mina Tani.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati telah meninjau lokasi yang bakal menjadi Museum Cagar Budaya Pati pada akhir pekan lalu.
Mereka sepakat Eks Kantor Satpol PP cocok menjadi Museum Cagar Budaya Pati. Namun, mereka menyadari perlu renovasi agar Eks Kantor Satpol PP sesuai dengan kebutuhan museum.
Nantinya, museum ini bakal menyuguhkan benda pusaka dan warisan sejarah Pati yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, museum ini juga diproyeksikan sebagai ruang edukasi gratis bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Chandra menjelaskan bahwa banyak artefak sejarah Pati saat ini berada di luar daerah, seperti di Yogyakarta, Kudus, hingga Museum Ronggowarsito. Pihaknya berupaya menarik dan mengonsolidasikan peninggalan tersebut agar dapat diakses publik dalam satu lokasi terpusat, di Museum Cagar Budaya Pati.
Renovasi...
”Kantor Satpol PP ini akan kita renovasi, kita jadikan museum cagar budaya Kabupaten Pati. Karena ternyata kita masih banyak benda-benda pusaka ataupun warisan budaya Kabupaten Pati yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Chandra.
Museum ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran gratis tentang sejarah lokal, yang tentunya mudah dijangkau oleh masyarakat dan pelajar di Kabupaten Pati. Selain itu, museum ini diharapkan menjadi salah satu opsi outing class atau pembelajaran di luar kelas.
”Nanti kita letakkan di sini, sehingga masyarakat Pati, adik-adik sekolah bisa mempelajari sejarah daerahnya sendiri. Insya Allah segera kita realisasikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, pengembangan museum ini akan terintegrasi dengan kawasan Pendopo Kabupaten Pati yang selama ini telah menjadi tujuan outing class.
Area pendopo yang telah dirancang sebagai ruang terbuka edukatif akan dipadukan dengan museum sebagai satu paket destinasi pembelajaran. Ia berharap nantinya museum ini akan jadi satu paket wisata edukatif dengan pendopo.
Dekatkan masyarakat...
Selain itu, kehadiran museum dan optimalisasi kawasan pendopo diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan sekaligus memperkuat pemahaman tentang sejarah dan kepemimpinan daerah.
”Sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah sendiri,” pungkasnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



