Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Ada momen unik dalam demo Hari Antitambang Nasional di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sejumlah massa menabuh lesung padi atau alat untuk menumbuk padi di depan Markas Polresta Pati, Jumat (29/5/2026).

Sejumlah gadis hingga emak-emak membopong tongkat. Mereka berbaris di depan lesung padi yang terbuat dari kayu. Sejurus kemudian mereka menabuh lesung tersebut.

Dengan tempo yang diatur, tabuhan lesung padi seolah-olah berirama. Sesaat kemudian, dua pasang wanita memegang mik dan menyanyikan tembang ”Bumi kang Lestari”. Tembeng itu sering kali menjadi pengiring aksi mereka dalam menuntut ditertibkannya tambang di Kabupaten Pati.

Para massa mereka gabungan dari berbagai organisasi. Mulai dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng alias JMPPK, Serikat Petani Pati hingga dari Sukolilo Bangkit.

Mereka kompak menolak keberadaan tambang. Bagi massa, tambang baik legal maupun ilegal sama-sama merusak. Tabuhan lesung padi sebagai simbol penanda bahwa ada kerusakan alam yang patut menjadi perhatian.

”Lesung sebagai simbol kedaulatan pangan. Ada lahan pertanian pun kalau tidak tercukupi airnya ini aada ancaman. Maka kita tabuh lesungnya sebagai pertanda ada ancaman kerusakan alam dan kekurangan air,” ujar Koordinator Aksi, Gunretno.

Pihaknya pun konsisten menolak keberadaan tambang. Baik tambang galian c hingga tambang semen. Pasalnya, keberadaan tambang sering kali mematikan mata air. Padahal pertanian membutuhkan air.

”Kita harus mempertahankan lahan yang produktif,” tandas Gunretno.

Laporan tambang...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler