Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Jalan Pantura Pati-Rembang mengalami kemacetan parah. Ternyata biang kerok kemacetan ini disebabkan adanya truk yang mengalami kerusakan, Kamis (4/6/2026).
Titik kemacetan mulai dari Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati mengular hingga perbatasan Desa Widorokandang dan Desa Purworejo, Kecamatan Pati.
Kemacetan ini terjadi sejak pukul 09.00 WIB dan masih berlangsung hingga berita ini ditulis pukul 16.35 WIB atau lebih dari tujuh jam.
”Di pertigaan Widorokandang sejak 9 pagi sampai sekarang. Kendaraannya numpuk dari pagi sampai segini masih tetap segini, tidak ada yang ngatur,” ungkap, Wahono, warga setempat di lokasi.
Sampai sejauh ini kendaraan truk lintas kota, lintas provinsi, kendaraan pribadi, dan lain sebagainya berjalan merambat. Sampai sekarang belum ada petugas kepolisian yang terjun ke lokasi.
”Kalau kondisi kayak gini nggak ada aparat yang menjaga di sini,” katanya.
Sementara, salah satu pengendara bernama Iyus mengaku terjebak macet sejak pukul 13.00 WIB. Ia terjebak macet dari JLS yang berada di Dukuh Gilis Desa Sugiharjo, kini masih terperangkap di tengah kemacetan.
Pria asal Bandung itu hendak ke Jawa Timur mengantar barang. Ia tak menduga kalau ada macet.
”Dari Bandung, mau ke Tuban, Kediri, Lumajang, Malang. Mau ngantar barang,” ujarnya.
Jalan alternatif...
Ia kejebak macet sejak pukul 13.00 WIB di JLS. Bahkan ia sempat mematikan mesin agar tidak kehabisan bahan bakar. Ia tidak mau mengambil jalan alternatif karena lebih jauh.
”Kejebak macet sejam. Kalau dulu pernah kena macet sampai jauh gara-gara perbaikan jalan di Batangan,” pungkas dia.
Editor: Cholis Anwar



