Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, PatiBanjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah meluas. Kini puluhan rumah di dua RT terancam tenggelam. 

Desa yang berada di pesisir Pantai Tayu ini menjadi langganan banjir rob. Banjir hilir mudik selama dua tahun terakhir. Saat ini, banjir rob kembali datang.

Salah satu biang keroknya yakni jebolnya tanggul sepanjang 110 meter. Puluhan rumah warga dan seratusan hektare tambak terendam air laut. 

Semula, bencana hanya menggenangi wilayah RT 5/RW 1 ini kian meluas hingga mulai merendam permukiman di RT 3/RW 1. Selain kerusakan infrastruktur, hancurnya ekosistem mangrove di kawasan pesisir turut memperparah terjangan ombak ke daratan.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi menjelaskan, banjir rob telah merendam seluruh hunian di RT 5 yang berjumlah 36 rumah. Akibatnya, aktivitas harian sekitar 96 warga di wilayah tersebut terganggu.

Banjir rob ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Kondisinya sangat parah, setiap hari rumah mereka terendam air,” ujar Setyo, Senin (8/6/2026). 

Selain permukiman, banjir rob perlahan mematikan mata pencarian 90 persen warga yang berprofesi sebagai petambak. Dari 160 hektare lahan budi daya ikan nila, separuhnya kini tak lagi produktif karena terendam air laut.

”Dampak lain yang pasti adalah rusaknya lahan-lahan produktif petani tambak ikan nila. Dari total 160 hektare itu, 80 hektare sudah rata dengan air,” beber Setyo.

Petani Tambak Merugi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler