Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Bendung Karet yang berada di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati kembali bocor. Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati pun melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi.
Kerusakan bendungan itu juga sudah dilaporkan kepada pihak terkait, baik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jateng.
”Kemarin kami sudah melaporkan ke gubernur, pak bupati juga berkirim surat ke BBWS Pemali Juana terkait Bendung Karet di Bungasrejo. Di mana respon dari Kepala Dinas PU Jawa Tengah menyampaikan bahwa saat ini sedang diusahakan penanganannya,” kata Kepala Dispertan Pati Ratri Wijayanto, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, bocornya Bendung Karet ini bisa berdampak terhadap produksi pertanian. Pasalnya, ada ribuan hektar lahan pertanian di sepanjang Sungai Juwana tersebut.
”Di sepanjang Sungai Juwana ada pertanaman padi sekitar 4 ribu hektar. Itu ekuivalen dengan 25.600 gabah kering panen. Sehingga kalau tidak diperbaiki bisa mengancam eksistensi hasil pertanian di sepanjang alur Sungai Juwana,” ucapnya.
Ia menyebut saat ini mayoritas pertanian di sepanjang Sungai Juwana baru mulai masa tanam. Dengan kondisi itu tanaman padi yang ditanam masih membutuhkan suplai air dari Sungai Juwana.
”Bervariasi. Saya melihat di lapangan ada tanaman yang usainya 10 hari setelah tanam, 15 dan 20 hari. Jadi yang jelas fase vegetatifnya membutuhkan air untuk pertumbuhan,” terangnya.
Perbaikan Bendung...
Dirinya saat ini masih menunggu hingga perbaikan Bendung Karet tersebut dapat dilakukan. Namun pihaknya tidak dapat memastikan prosesnya karena kewenangan BBWS Pemali Juana.
Namun, Dispertan Pati juga melakukan pemantauan di lokasi. Termasuk meminta koordinator balai penyuluh pertanian Jakenan untuk memastikan produksi pertanian dapat berjalan.
”Hari ini baru mengecek ke lapangan untuk situasi di lapangan. Untuk penyuluh, kelompok tani di binaannya masing-masing agar lebih jeli dalam manajemen pengelolaan air. Sehingga dalam menunggu perbaikan ini ada langkah-langkah yang sifatnya darurat untuk penanganan pertumbuhan padinya,” pungkasnya.
Editor: Supriyadi



