Pantai Bulumanis Kidul Pati Dipenuhi Sampah dan Limbah Tapioka
Umar Hanafi
Sabtu, 25 Juli 2026 13:16:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Pantai Lestari di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati dipenuhi sampah dan limbah tapioka. Kondisi ini dikeluhkan warga.
Pantai pasir sepanjang sekitar satu kilometer nyaris tak tertutup limbah kulit ketela dan sampah. Tampak sampah plastik hingga popok bekas berserakan mengotori sepanjang bibir pantai.
Kondisi ini membuat destinasi wisata tersebut sepi. Warga enggan berkunjung sekadar untuk menikmati waktu senggang. Deretan gazebo yang berdiri di sepanjang bibir pantai pun tampak terbengkalai dan mulai rusak tak terawat karena makin jarang terjamah pengunjung.
Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto mengatakan, limbah buangan dari daerah atas itu sudah mengotori pantai selama bertahun-tahun. Sampah-sampah tersebut datang setiap hari dengan jumlah banyak dari dua sungai yang mengapit desa.
”Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kami dapat kiriman sampah-sampah ini dari wilayah atas, karena kami itu diapit oleh dua Sungai Suwatu dan Sungai Pangkalan. Tiap hari banyak sampah sehingga masuk ke pantai kami,” ujar dia, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) sudah melakukan berbagai upaya untuk mempercantik pantai tersebut, mulai dari pembuatan gazebo hingga penanaman pohon. Bahkan, jalan menuju pantai juga sudah dicor. Namun, kondisi limbah dan sampah yang tak terkendali membuat berbagai upaya itu berujung sia-sia.
”Kami sebenarnya sudah berusaha untuk mempercantik pantai, karena ini adalah warisan nenek moyang. Kami sudah menanami banyak tumbuhan di sini tapi memang ini lah keadaannya, sampahnya luar biasa,” keluhnya.
Kendala yang paling memberatkan Pemdes Bulumanis adalah limbah industri tapioka. Gunungan kulit ari ketela yang sudah mencapai puluhan ton itu tidak bisa dimanfaatkan dan bahkan disebut membuat tanaman mati.
Industri tepung...
- 1
- 2



