Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Pati (Kejari Pati), Senin (27/7/2026) sore. Demo yang sempat ricuh ini diwarnai dengan penyegelan Kantor Kejari Pati dan aksi membawa keranda.
Puluhan massa AMPB memadati depan Kantor Kejari Pati. Mereka memasang sejumlah baliho yang berisi aspirasi di pagar. Isi baliho itu di antaranya, ’Pati Ora Sepele Bersihkan Pati dari pejabat ruwut, korup’, ’Kami tidak diam demi keadilan’, ’Usir Kajari Pelindung Koruptor, dan Pati Tolak Pejabat Ruwet’.
Sebuah replika keranda juga dipasang oleh AMPB di tengah-tengah pagar Gedung Kejari Pati. Keranda tersebut bertuliskan ’Keranda Mayat Kajari Pati, Jaksa Danang Pelindung Koruptor Pemeras Rakyat’.
Demo AMPB sempat memanas. Massa dan aparat kepolisian dari Polres Pati sempat beradu argumen hingga saling dorong di tengah aksi.
Hal ini terjadi saat massa berusaha membakar ban. Namun, upaya tersebut mencoba digagalkan aparat kepolisian. Polisi menilai pembakaran ban berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Massa pun sempat emosi. Mereka bersikukuh mencoba membakar ban. Berkali-kali massa mencoba membakar ban. Berkali-kali pula polisi menyemprotkan APAR. Adu mulut pun mewarnai aksi ini.
Di akhir aksi, salah satu pentolan AMPB Supriyanto alias Botok membentangkan kain putih di pagar Kejari Pati bertuliskan Kantor Kejari Pati disegel oleh warga.
Kepada wartawan, Botok mengaku demo AMPB ini merupakan protes warga kepada Kejari Pati soal sejumlah kasus hukum yang belum kelar hingga saat ini. Salah satunya kasus Kepala Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu yang diduga melakukan korupsi dana desa lebih dari Rp 800 juta.
”Protes tidak ditahan Kepala Desa Tlogosari,” ujar Botok.
Oknum Jaksa...
- 1
- 2



