Sementara itu, terkait Prodi HES, Gus Rozin menyoroti besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia. Meski pangsa pasar perbankan syariah saat ini baru berkisar 6,5 hingga 7 persen dari total industri nasional, peluang pengembangannya masih sangat luas.
”Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Saat terjadi gejolak ekonomi, sistem syariah terbukti memiliki ketahanan yang baik karena tidak bergantung pada mekanisme suku bunga,” papar dia.
Perkembangan industri ini membuka peluang karier yang luas bagi lulusan HES, mulai dari hakim peradilan agama, praktisi keuangan syariah, hingga Dewan Pengawas Syariah (DPS). Saat ini, posisi DPS masih banyak diisi praktisi berlatar belakang keuangan konvensional karena keterbatasan SDM murni berpendidikan syariah.
”Ke depan, kita membutuhkan SDM yang sejak awal tumbuh dalam tradisi keilmuan syariah, memahaminya secara menyeluruh dari sisi keilmuan, ideologi, hingga praktik,” tegas dia.
Gus Rozin juga mengingatkan para mahasiswa IPMAFA Pati agar tidak menjadikan profesi mendatang sekadar sebagai ajang mengejar jabatan. Tetapi menjadikannya sebagai wadah pengabdian dan perkhidmatan santri kepada umat.
Melalui peluncuran ini, IPMAFA Pati berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas moral, serta memegang teguh karakter kepesantrenan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Murianews, Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati (IPMAFA Pati) meluncurkan dua program studi atau prodi baru , Selasa (28/7/2026). Perguruan tinggi ini siap melahirkan lulusan unggulan.
Kedua prodi baru di IPMAFA Pati tersebut adalah Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Dengan bertambahnya prodi ini, IPMAFA Pati saat ini memiliki total 10 prodi dari 4 fakultas dan pascasarjana.
Peluncuran prodi baru digelar di Aula 2 Kampus IPMAFA Pati. Rektor IPMAFA Pati, KH Abdul Ghaffar Rozin, alias Gus Rozin memimpin peluncuran prodi baru ini. Perwakilan Kemenag Pati, MUI Pati, PA Pati, GP Ansor Pati, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, serta berbagai mitra strategis IPMAFA tampak hadir.
Dalam sambutannya, Gus Rozin menegaskan pembukaan prodi HKI dan HES merupakan bentuk perkhidmatan serta pengabdian IPMAFA Pati kepada masyarakat. Khususnya di wilayah Pati dan sekitarnya.
”Pengembangan pendidikan di bidang hukum dan ekonomi syariah menjadi kebutuhan yang harus dihadirkan IPMAFA. Tahun ini kami resmi menghadirkan Prodi HKI dan HES sebagai ikhtiar mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas,” ujar Gus Rozin.
Ia menjelaskan, pembukaan Prodi HKI bukan sekadar merespons maraknya persoalan perceraian. Melainkan bertumpu pada upaya memperkuat fondasi keluarga sebagai pilar utama bangsa.
”Kekuatan sebuah bangsa berawal dari keluarga yang kuat. HKI dihadirkan agar mampu melahirkan lulusan yang memahami persoalan keluarga secara utuh, baik dari perspektif fikih Islam maupun hukum positif Indonesia,” jelas dia.
Gus Rozin berharap para lulusan HKI IPMAFA Pati kelak dapat berkiprah di berbagai lembaga, terutama peradilan agama. Sehingga, mampu membawa perspektif keilmuan pesantren dalam penyelesaian perkara hukum keluarga.
Industri nasional...
Sementara itu, terkait Prodi HES, Gus Rozin menyoroti besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia. Meski pangsa pasar perbankan syariah saat ini baru berkisar 6,5 hingga 7 persen dari total industri nasional, peluang pengembangannya masih sangat luas.
”Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Saat terjadi gejolak ekonomi, sistem syariah terbukti memiliki ketahanan yang baik karena tidak bergantung pada mekanisme suku bunga,” papar dia.
Perkembangan industri ini membuka peluang karier yang luas bagi lulusan HES, mulai dari hakim peradilan agama, praktisi keuangan syariah, hingga Dewan Pengawas Syariah (DPS). Saat ini, posisi DPS masih banyak diisi praktisi berlatar belakang keuangan konvensional karena keterbatasan SDM murni berpendidikan syariah.
”Ke depan, kita membutuhkan SDM yang sejak awal tumbuh dalam tradisi keilmuan syariah, memahaminya secara menyeluruh dari sisi keilmuan, ideologi, hingga praktik,” tegas dia.
Gus Rozin juga mengingatkan para mahasiswa IPMAFA Pati agar tidak menjadikan profesi mendatang sekadar sebagai ajang mengejar jabatan. Tetapi menjadikannya sebagai wadah pengabdian dan perkhidmatan santri kepada umat.
Melalui peluncuran ini, IPMAFA Pati berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas moral, serta memegang teguh karakter kepesantrenan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Editor: Budi Santoso