Puncak Suhu Panas di Kudus Terjadi Bulan Ini, Capai 38 Derajat
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 10 Oktober 2023 11:34:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Puncak suhu panas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terjadi di bulan Oktober 2023 ini. Suhunya diperkirakan mencapai 38 derajat celsius.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Giyarto mengatakan, bulan Oktober menjadi puncak suhu panas di Jawa Tengah, utamanya di daerah pantura. Tidak terkecuali di Kabupaten Kudus.
”Perkiraan puncak suhu panas secara data klimatologi terjadi di bulan Oktober ini. Hal ini terjadi saat posisi matahari berada di ekuator bagian selatan,” katanya, Selasa (10/10/2023).
Suhu sepanjang bulan Oktober ini diprediksi masih akan terasa panas, utamanya daerah di pesisir pantai utara Jawa. Suhu panasnya berkisar 36 derajat celsius sampai 38 derajat celsius.
”Suhu tersebut yang terukur. Artinya ada suhu yang dirasakan lebih panas lagi dari suhu yang terukur,” ujarnya.
Ia menilai, banyak faktor yang membuat suhu menjadi lebih panas dari suhu terukur. Di antaranya adanya polutan, radiasi matahari secara langsung, masa udara yang kering, dan akibat adanya pengaspalan, dan betonisasi.
”Suhu panas ini berlangsung di sepanjang pesisir utara pulau Jawa. Karena di saat bersamaan posisi semu matahari berada di selatan ekuator,” terangnya.
Kemudian, pada bulan November 2023 suhu panas akan sedikit berkurang. Hal ini dikarenakan sudah mulai terbentuk awan dan mulai masuknya musim hujan.
”Bulan Desember nanti temperaturnya turun lagi. Mataharinya terhalang awan dan mulai turun hujan di bulan Desember nanti,” imbuhnya.
Editor: Ali Muntoha



