Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Grup campursari Widodo Laras menghibur pengunjung Dandangan Kudus 2024, Jumat (8/3/2024) sore. Grup musik asal Kudus, Jawa Tengah itu membawakan delapan lagu.

Para pengunjung pun menyempatkan berhenti di panggung utama Dandangan Kudus di Taman Menara Kudus atau Alun-alun Kulon itu. Beberapa dari mereka bahkan ikut bernyanyi dan berjoget.

Mayoritas mereka yang datang yakni remaja dan orang dewasa. Beberapa juga mengabadikan penampilan mereka dengan menggunakan gawai.

Peziarah yang melintas juga menyempatkan diri untuk menyaksikan grup musik campursari ini. Sesekali mereka mengabadikan menggunakan gawai, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Ada pun lagu-lagu yang dibawakan grup campursari Widodo Laras di antaranya solo safari, bengawan sore, lali janjine, ojo dipleroki, dan perahu layar.

Saat lagu perahu layar mengudaran, para penonton pun tenggelam dalam lantunan lagu. Mereka berjoget dan ikut bernyanyi dengan enerjik.

Ketua Sanggar Seni Widodo Laras, Wahyu Tulus mengatakan, pihaknya ingin ikut memeriahkan acara Dandangan. Selain itu sekaligus mengenalkan musik campursari kepada masyarakat.

”Supaya dandangan lebih ramai dan meriah. Kami juga ingin mengenalkan ke masyarakat terkait musik keroncong supaya lebih memasyarakat,” katanya, Jumat (8/3/2024).

Dia menambahkan, beragam lagu populer dibawakan oleh grup campursari Widodo Laras ini. Bahkan beberapa di antaranya merupakan lagu-lagu populer.

”Kami juga bawakan lagu islami yang kami kemas dengan alunan musik gamelan,” sambungnya.

Menurutnya, animo masyarakat yang menyaksikan acara campursari lumayan antusias. Meski demikian dia menilai durasi waktu yang diberikan terlalu singkat.

”Kurang maksimal karena kami keterbatasan waktu. Harapan kami ke depannya bisa mendapatkan durasi waktu yang lebih panjang,” imbuhnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler