Ini Motif Ratusan Warga Kudus Datangi Mie Gacoan dengan Kostum Aneh
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 30 Agustus 2024 12:27:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Ratusan warga menyerbu restoran Mie Gacoan di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (30/8/2024) dini hari.
Sebanyak 200-an warga terlihat mendatangi restoran yang terletak di Jalan HM Subchan tersebut sekitar pukul 01.00 WIB. Uniknya, mereka datang dengan mengenakan berbagai kostum aneh, seperti tuyul, hantu, petani, daster, nelayan, hansip, hingga banci.
Aksi tersebut sontak menarik perhatian publik dan segera beredar luas di media sosial, terutama di WhatsApp. Video yang memperlihatkan ratusan warga dengan pakaian yang tidak lazim memenuhi area makan restoran, bahkan membludak hingga ke luar halaman, viral di berbagai platform.
Wakapolres Kudus, Kompol Satya Adi Nugraha, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini baru pertama kali terjadi di Kudus. Menurutnya, mayoritas warga yang terlibat dalam aksi ini memiliki motif untuk mengikuti tren yang sedang viral di media sosial.
”Motifnya ingin viral kemudian diunggah di media sosial dengan memakai kostum aneh-aneh,” ujar Kompol Satya dalam keterangannya, Jumat (30/8/2024).
Ia menambahkan, sebagian besar dari mereka yang terlibat masih berusia remaja, dan banyak yang tampaknya masih berstatus pelajar. Para remaja ini terlihat ingin mengekspresikan diri mereka dalam tren yang sedang populer.
”Ya, rata-rata masih usia remaja dan beberapa kelihatannya masih bersekolah,” jelasnya.
Keramaian yang terjadi di Mie Gacoan Kudus ini sempat mengganggu ketertiban umum, terutama karena aksi tersebut dilakukan pada dini hari.
Beberapa personel kepolisian terlihat dalam video berupaya membubarkan kerumunan yang mengenakan kostum-kostum aneh tersebut.
Kompol Satya menyebut jika pihaknya mendapatkan laporan dari manajemen Mie Gacoan terkait keramaian yang tidak biasa itu. Ia pun segera menuju lokasi dan menilai bahwa kegiatan tersebut meresahkan, terutama karena waktu pelaksanaannya yang tidak tepat.
”Akhirnya kami lakukan pembubaran dan memberikan edukasi agar tidak mengganggu masyarakat. Hal seperti ini kan juga mengganggu mereka yang benar-benar ingin makan,” tambahnya.
Editor: Cholis Anwar



