Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah, Nuryanto memberikan pemahaman terkait gejala cacar monyet. Hal itu bertujuan agar masyarakat tahu. Di lain sisi, apabila mengalami gejala tersebut dapat segera mengambil tindakan.

Nuryanto menjelaskan, monkey pox atau cacar monyet disebabkan oleh monkeypox virus (MPV). Ia menyampaikan, saat ini di Indonesia telah terdapat 88 kasus yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau. Sementara di Kabupaten Kudus kasusnya masih nihil.

Meski belum ada kasus, ia meminta masyarakat untuk waspada. Salah satunya dapat dilakukan dengan memahami gejala cacar monyet.

”Biasanya ditandai dengan demam yang melebihi 38 derajat Celcius. Kemudian muncul ruam setelah satu hingga tiga hari,” katanya, Sabtu (31/8/2024).

Perkembangan ruamnya lebih lambat dibandingkan dengan saat terpapar cacar air. Yakni berkisar tiga hingga empat pekan.

”Kemunculan ruam berada di sekitar alat kelamin, anggota tubuh seperti tangan, telapak tangan, anus, wajah, dan bagian lainnya,” sambungnya.

Ia menjelaskan, penyebab cacar monyet ini adanya kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Selain itu dapat terjadi dari kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terkontaminasi.

”Bisa disebabkan oleh percikan air liur dari penderita. Biasanya terjadi dari kontak erat seseorang yang tinggal di satu rumah dengan penderita,” terangnya.

Penularan cacar monyet juga dapat terjadi dari kontak langsung melalui hubungan seks dengan penderita. Penyakit ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke bayi.

”Penularannya melalui cairan ketuban, ASI, dan darah,” ucapnya.

Namun, ada pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari cacar monyet ini. Yakni melalui konsumsi daging yang dimasak dengan matang dan menghindari kontak langsung dengan hewan yang menularkan penyakit cacar monyet.

”Penderita cacar monyet kami sarankan untuk melakukan isolasi mandiri,” imbuhnya.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler