Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Para pedalang di kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengeluhkan minimnya acara pementasan wayang. Hal ini berdampak langsung pada keberlangsungan budaya dan regenerasi talenta pedalang muda yang saat ini semakin banyak.  

Dalang asal Kabupaten Kudus, Ki Tetuko Timur Nugroho mengatakan, terdapat banyak dalang potensial di Kudus, terutama yang berusia antara 17 hingga 30 tahun.

Saat ini, terdapat sekitar 15 dalang muda yang aktif dalam pementasan wayang, namun potensi mereka belum sepenuhnya terlihat karena keterbatasan acara pagelaran.

”Sebenarnya banyak dalang potensial di Kabupaten Kudus, tetapi mereka belum terlihat karena minimnya pagelaran,” ujar Ki Tetuko beberapa hari lalu.

Dia berharap Pemkab Kudus bisa menyediakan ruang bagi para dalang untuk menggelar pertunjukan wayang secara rutin. Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah menyediakan tempat khusus bagi pegiat budaya untuk mengekspresikan diri secara maksimal.

”Saat ini sudah ada tempat untuk kegiatan budaya, tetapi saya rasa belum optimal dalam penggunaannya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ki Tetuko menekankan jika pentas wayang tidak hanya penting untuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sumber penghasilan bagi para dalang yang sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia berharap agenda pementasan tidak hanya digelar setahun sekali.

”Kami berharap ada perhatian lebih untuk kami, khususnya dalam memberikan ruang untuk pentas. Saya sarankan jangan hanya ada acara tahunan saja,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Wahyudi, menyampaikan bahwa di Kudus terdapat 54 dalang, namun hanya 15 yang masih aktif tampil.

Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha memberikan tempat bagi para dalang melalui beberapa acara, seperti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) dan berbagai gelaran yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

”Selain dari Disbudpar Kudus, OPD lain juga turut memfasilitasi, salah satunya melalui sosialisasi cukai yang biasanya menghadirkan pertunjukan ketoprak,” jelas Wahyudi.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News