Ada Dugaan Penipuan MBG, Dandim Kudus Beri Imbauan Begini
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 15 Januari 2025 13:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dandim 0722 Kudus, Jawa Tengah, Letkol Inf Hermawan Setya Budi mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan modus transfer sejumlah uang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan pelaksanaan MBG tidak pernah meminta transferan sejumlah uang.
”Pada intinya masyarakat harus berhati-hati agar tidak menjadi korban modus penipuan. Jangan percaya apabila ada permintaan transfer uang,” katanya, Rabu (15/1/2025).
Ia menjelaskan, program MBG tidak pernah meminta sejumlah uang untuk ditransfer ke rekening. Dirinya meminta masyarakat mengonfirmasi kepada pihak-pihak tertentu apabila ada modus penipuan.
Pihaknya mengungkapkan perlu adanya kroscek apabila masyarakat mendapatkan kabar tersebut. Kroscek tersebut bertujuan agar tidak ada korban.
”Bisa ditanyakan ke pihak yang kredibel apabila ada modus-modus penipuan. Sehingga tidak berimbas adanya korban,” sambungnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan program MBG langsung berada di bawah naungan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Selama ini penyelenggaraannya tidak pernah meminta uang untuk ditransfer ke salah nomor rekening bank.
”Segala kegiatan MBG melalui Badan Gizi Nasional. Jadi kalau ada yang meminta uang dimungkinkan itu oknum yang tidak bertanggungjawab. Tetapi perihal kebenaran kabar penipuan tersebut masih kami selidiki dulu,” imbuhnya.
- 1
- 2



