Ternyata Ini Mitos Memberi Makan Bulus di Kolam Makam Mbah Dudo Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 8 April 2025 17:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Warga Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah masih mengemban tradisi berkirim makanan ke hewan bulus yang terdapat di kolam tak jauh dari Makam Mbah Dudo.
Mengirim makanan ke hewan bulus itu dilakukan setiap masyarakat setempat memiliki hajat atau gawe.
Seksi Acara Kirab Budaya Bulusan 2025, Muhammad Aris menyampaikan tradisi berkirim makanan ke bulus sudah ada sejak dulu. Kini tradisi itu masih terus dilakukan.
Masyarakat yang memiliki hajat seperti khitanan, membangun rumah, mengebor sumur, dan hajat lainnya harus mengirim makanan ke bulus. Makanan yang dikirim biasanya berupa nasi dan telur.
Konon, dipercaya atau tidak ketika memiliki hajat namun tidak mengirim makanan ke bulus yang ada di sekitar Makam Mbah Dudo, maka akan terjadi musibah yang dialami pemilik hajat tersebut.
”Biasanya kalau tidak kirim makanan ya ada sesuatu yang terjadi. Hal itu dialami beberapa warga di sini (Desa Hadipolo). Terkadang ada yang menanak nasi tidak matang. Ada juga yang sedang bikin sumur airnya tidak nyumber,” katanya, Senin (7/4/2025).
Ia menambahkan, tradisi kirim makanan ke bulus merupakan perintah dari Sunan Muria. Sebagaimana diketahui sejarah yang berkembang di masyarakat, bulus yang berada di kolam dekat Makam Mbah Dudo itu merupakan santri dari Mbah Dudo yang disabda oleh Sunan Muria.
”Makanya sampai sekarang tradisi tersebut masih dilakukan karena perintah dari Sunan Muria demikian,” sambungnya.
Juru kunci...
- 1
- 2



