Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kesabaran Solikin, warga RT 3 RW 3 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah setelah menabung sejak 1995 untuk beribadah haji terbayarkan.

Pria berusia 60 tahun itu akhirnya berangkat haji tahun ini. Ia berangkat bersama istrinya Solikatun (57), yang merupkan seorang buruh rokok.

Solikin diketahui merupakan seorang tukang pijat. Meski begitu, ia memiliki motivasi yang kuat untuk melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima.

Sejak 1995, Solikin terus menyisihkan sebagian hasil memijatnya. Mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

Ia melayani berbagai pijat. Namun, lebih sering ia diminta memijat orang-orang yang sedang sakit, salah satunya stroke.

Saat melayani pasien, ia tak pernah mematok tarif. Penghasilannya pun tak menentu.

Meski begitu, ia bisa memijat sekitar sepuluh orang dalam seharinya. Bahkan, ia kerap panggilan untuk memijat dari luar Kabupaten tetangga, seperti Demak, Pati, dan Jepara.

”Saya tidak pernah mematok tarif pijat. Terserah yang ngasih saja. Terkadang ya dikasih Rp 20 ribu, ada juga yang memberi lebih,” katanya, Rabu (7/5/2025).

Mendaftar... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler