Band Kudus Innocent Voice dan Altaraven Launching Album Baru
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 11 Oktober 2025 21:25:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Vokalis Innocent Voice, Anto Owi mengatakan album Setara Mata Pisau terinspirasi dari peristiwa di sekitar. Seperti tragedi, rasa sakit dan hal buruk yang terjadi.
Innocent Voice sendiri digawangi lima personel. Terdiri dari Anza (drummer),Anto (vokalis), Irul (gitaris), Afar (gitaris) dan Zulfa (bassist).
”Album Setara Mata Pisau ini mengangkat hal-hal di sekitar kami. Di album ini ada delapan lagu,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, kelebihan dari album Setara Mata Pisau dari Innocent Voice adalah memiliki materi yang fresh. Pihaknya berharap album baru ini dapat diterima di masyarakat.
”Komposisi lagu kami lebih enak dan semoga dapat diterima di masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Gitaris Altaraven, Jeff Ajedah mengatakan album ini merupakan yang pertama bagi bandnya. Untuk album pertama ini mengambil judul Nova Libertas.
Band Altaravan sendiri digawangi oleh Jeff Ajedah (gitaris), Ferry Lochma (vokalis), Pieter Anroputra (gitaris), Daneas Marcelino (drummer), dan
Najib (bassist).
”Pada album ini kami ingin menyampaikan adanya berbagai keresahan di masyarakat melalui lagu,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, ada delapan lagu pada album tersebut. Pihaknya berharap album baru tersebut dapat diterima oleh masyarakat.
”Harapan kami launching album baru ini bisa diterima oleh masyarakat serta memberikan warna baru,” imbuhnya.
Editor: Budi Santoso



