Saat ini, dari 132 unit yang telah terbangun, baru 57 unit yang sudah 100 persen pembangunannya. Itu diungkapkan Bupati Kudus, Samani Intakoris dalam peresmian KDMP Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Koperasi dekat Museum Kretek Kudus itu merupakan salah satu 1.061 unit KDMP yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak, Sabtu (16/5/2026).
”Kabupaten Kudus ini sudah terbangun ada 90, yang sudah 100 persen adalah 57. Kita gas terus untuk Kabupaten Kudus,” ujarnya usai kegiatan peresmian.
Ia menegaskan, target penyelesaian seluruh KDMP di Kabupaten Kudus ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026. Meski begitu, Samani Melanjutkan, peresmian itu bukan berarti pekerjaan selesai begitu saja.
”Dengan dimulainya peresmian ini bukan berarti kita langsung berhenti. Kita kerja keras bagaimana tim ini bergerak, baik itu dibantu camat, kepala desa, RT, RW sampai pengurus koperasi supaya operasional KDMP ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” terangnya.
Murianews, Kudus – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ditargetkan rampung seluruhnya sebelum Agustus 2026.
Saat ini, dari 132 unit yang telah terbangun, baru 57 unit yang sudah 100 persen pembangunannya. Itu diungkapkan Bupati Kudus, Samani Intakoris dalam peresmian KDMP Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Koperasi dekat Museum Kretek Kudus itu merupakan salah satu 1.061 unit KDMP yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak, Sabtu (16/5/2026).
”Kabupaten Kudus ini sudah terbangun ada 90, yang sudah 100 persen adalah 57. Kita gas terus untuk Kabupaten Kudus,” ujarnya usai kegiatan peresmian.
Ia menegaskan, target penyelesaian seluruh KDMP di Kabupaten Kudus ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026. Meski begitu, Samani Melanjutkan, peresmian itu bukan berarti pekerjaan selesai begitu saja.
”Dengan dimulainya peresmian ini bukan berarti kita langsung berhenti. Kita kerja keras bagaimana tim ini bergerak, baik itu dibantu camat, kepala desa, RT, RW sampai pengurus koperasi supaya operasional KDMP ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” terangnya.
Dukungan Operasional...
Samani menjelaskan, setiap KDMP nantinya juga akan mendapat dukungan sarana operasional dari pemerintah pusat. Bantuan itu meliputi kendaraan truk hingga pikap untuk mendukung aktivitas koperasi desa.
Selain itu, konsep KDMP di Kudus disebut tetap mengedepankan kolaborasi dengan pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar wilayah koperasi.
”KDMP ini merangkul semua pihak dan kearifan lokal. Jadi ada interaksi kolaborasi antara KDMP dengan UMKM maupun PKL sekitar. Persaingan itu bukan mematikan, tapi saling menguatkan ekonomi Kabupaten Kudus,” jelasnya.
Menurutnya, konsep tersebut juga menjadi alasan munculnya istilah ”KDMP Plus Kudus” yang disesuaikan dengan karakter dan potensi lokal di masing-masing desa.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Yusufa Allan Andriasie menambahkan, progres pembangunan KDMP di Kudus terus berjalan bertahap dengan dukungan perlengkapan operasional.
”Saat ini ada 57 koperasi yang sudah selesai. Kemudian didukung 11 kendaraan truk, 20 titik koperasi sudah dipasang AC dan 10 koperasi sudah dipasang rak mulai hari ini,” ujarnya.
Penambahan Perlengkapan...
Ia menyebut, dalam waktu dekat KDMP di Kudus juga akan menerima tambahan perlengkapan lain seperti motor operasional, kendaraan pikap, perlengkapan apotek hingga fasilitas ruang dokter.
”Pengoperasionalan KDMP ini nanti dilakukan bersama-sama antara dinas terkait, kepala desa dan pengurus koperasi supaya berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Samani juga mendorong ASN ikut mendukung perkembangan KDMP di wilayah masing-masing, salah satunya dengan berbelanja di koperasi tersebut.
”Karena jadi anggota juga wajib memajukan koperasinya di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Editor: Zulkifli Fahmi