Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Sejumlah koperasi disebut mulai redup. Kondisi itu menjadi perhatian dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kudus 2026 yang digelar di Aula Disnakerperinkop UKM Kudus, Kamis (21/5/2026).

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Tengah Sri Hartini mengatakan, koperasi saat ini sebenarnya kembali mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat.

Namun di sisi lain, masih banyak koperasi yang belum berkembang optimal dan membutuhkan pembinaan.

”Koperasi-koperasi ini kan redup, istilahnya mati suri,” ujarnya.

Ia pun mendorong agar dekopinda aktif melakukan pelatihan, pendampingan, hingga penguatan manajemen koperasi. Keberadaan Dekopinda seharusnya mampu menjadi rumah bagi koperasi-koperasi di daerah.

Sri menjelaskan, tantangan koperasi saat ini tidak hanya soal permodalan, tetapi juga menyangkut sumber daya manusia (SDM) dan digitalisasi. Karena itu, koperasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal.

”Tantangan kita sekarang adalah digital. Jadi koperasi harus modern dan sehat,” katanya.

KDMP...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler