Tradisi Desa Tanjungkarang Kudus, Kirab Lentog Tanjung Digelar Meriah
Wiwid Widia Yulhendrik
Minggu, 7 Juni 2026 17:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus - Ratusan warga memadati gelaran Kirab Lentog Tanjung 2026 di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Minggu (7/6/2026) siang. Tradisi tahunan itu berlangsung meriah dengan mengusung tema “Tanjungkarang Tempo Doeleoe”.
Kirab Lentog Tanjung dimulai dari Gapura RT 2 RW 5 Desa Tanjungkarang atau tepat sebelum Klenteng Hok Tik Bio menuju Pasar Kuliner Lentog Tanjung mulai pukul 13.30 WIB.
Sepanjang rute kirab, peserta tampil mengenakan kostum bernuansa jadul lengkap dengan aneka atribut tempo dulu. Tak hanya itu, berbagai permainan tradisional hingga jajanan lawas juga dihadirkan untuk menghidupkan suasana nostalgia masyarakat.
Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno mengatakan, tema yang diangkat tahun ini sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk mengenang sejarah desa sekaligus melakukan introspeksi dalam kehidupan bermasyarakat maupun pembangunan desa.
”Tahun ini Kirab Lentog Tanjung mengambil tema Tanjungkarang tempo doeloe. Tujuannya untuk mengingat masa lampau dan bagaimana desa ini bisa berkembang sampai sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh peserta kirab Lentog Tanjung diwajibkan mengenakan pakaian tempo dulu. Selain itu, tiap RW juga menampilkan permainan tradisional seperti gobak sodor, bakulan hingga berbagai permainan khas lawas lainnya.
”Ada tujuh RW dan ikut semua. Kemudian tokoh masyarakat, tokoh Agama, sekolah-sekolahan sampai beberapa perusahaan juga ikut meramaikan,” katanya.
Kirab Budaya...
- 1
- 2



