Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Naiknya nilai rupiah terhadap dolar turut membuat harga kedelai melambung. Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, harga kedelai melonjak hingga mencapai Rp10.800 per kilogram dalam dua pekan terakhir ini.

Manajer Pengelola Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Promkopti) Kudus, Amar Ma’ruf mengatakan, harga kedelai sebelumnya masih di kisaran Rp9.300 per kilogram.

”Harga kedelai itu tergantung sama dolar. Sekarang dolar Rp18 ribu sekian, jelas naik terus,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga kedelai mulai dirasakan para perajin tahu dan tempe di Kudus. Meski distribusi kedelai masih berjalan normal, margin keuntungan para pelaku usaha kini semakin menipis.

Ia menjelaskan, para pengusaha tahu dan tempe belum bisa serta-merta menaikkan harga jual produknya karena keputusan tersebut umumnya dilakukan secara bersama-sama.

”Harga belum bisa naik. Mau naik itu harus bersama-sama dari pengusaha tahu-tempe, nggak bisa sendiri-sendiri. Biasanya Primkopti sebagai motornya,” katanya.

Kondisi tersebut membuat para perajin tahu-tempe mulai mengalami tekanan. Ia menyebut permintaan kedelai dari anggota koperasi maupun perajin tahu dan tempe mengalami penurunan sekitar 20 persen.

”Pasarnya sudah cenderung ngos-ngosan. Kelihatan lesu,” ungkapnya.

Stok di Kudus... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler