Nampak anak-anak bergantian menuliskan harapan, cita-cita, hingga isi hati mereka pada secarik kertas sebelum menggantungkannya di ranting pohon yang telah disiapkan panitia.
Sejumlah orang tua tampak berjinjit, bahkan menggendong anak mereka agar bisa menggantungkan kupu-kupu berisi harapan di ranting pohon yang lebih tinggi. Di bawah rindangnya Pohon Harapan itu, anak-anak tersenyum bangga setelah menuliskan impian yang ingin mereka raih.
Beragam impian menghiasi Pohon Harapan tersebut. Ada yang bercita-cita menjadi guru, dokter, profesor, masinis, hingga tahfidz Alquran. Tak sedikit pula yang menuliskan harapan sederhana, seperti membahagiakan ayah dan ibu, meraih peringkat pertama di sekolah, berangkat umrah bersama orang tua, hingga memiliki iPhone 17.
Salah satu peserta, Zakiya Althofunisa, siswi kelas I MI Miftahus Sa’adah Gondosari, Kecamatan Gebog, mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional. Selain bernyanyi bersama teman-temannya, ia juga menuliskan cita-citanya menjadi seorang guru.
Ibunda Zakiya, Nurul Fadlilah, mengaku bahagia mengetahui putrinya memiliki impian tersebut. Menurutnya, keluarga akan terus mendukung cita-cita anak agar dapat terwujud di masa depan.
”Senang sekali. Semoga cita-citanya bisa tercapai,” ujarnya.
Murianews, Kudus – Pohon Harapan menjadi salah satu sudut yang paling ramai didatangi peserta dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (26/7/2026).
Nampak anak-anak bergantian menuliskan harapan, cita-cita, hingga isi hati mereka pada secarik kertas sebelum menggantungkannya di ranting pohon yang telah disiapkan panitia.
Sejumlah orang tua tampak berjinjit, bahkan menggendong anak mereka agar bisa menggantungkan kupu-kupu berisi harapan di ranting pohon yang lebih tinggi. Di bawah rindangnya Pohon Harapan itu, anak-anak tersenyum bangga setelah menuliskan impian yang ingin mereka raih.
Beragam impian menghiasi Pohon Harapan tersebut. Ada yang bercita-cita menjadi guru, dokter, profesor, masinis, hingga tahfidz Alquran. Tak sedikit pula yang menuliskan harapan sederhana, seperti membahagiakan ayah dan ibu, meraih peringkat pertama di sekolah, berangkat umrah bersama orang tua, hingga memiliki iPhone 17.
Salah satu peserta, Zakiya Althofunisa, siswi kelas I MI Miftahus Sa’adah Gondosari, Kecamatan Gebog, mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional. Selain bernyanyi bersama teman-temannya, ia juga menuliskan cita-citanya menjadi seorang guru.
Ibunda Zakiya, Nurul Fadlilah, mengaku bahagia mengetahui putrinya memiliki impian tersebut. Menurutnya, keluarga akan terus mendukung cita-cita anak agar dapat terwujud di masa depan.
”Senang sekali. Semoga cita-citanya bisa tercapai,” ujarnya.
Antusiasme Peserta...
Peserta lainnya, Halilah Muthiara Hafizhah, siswi kelas II MI Imaduddin Hadiwarno, juga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku paling menyukai pemutaran film animasi WakaKibo dan menuliskan cita-citanya menjadi seorang profesor.
Ayah Halilah, Ayip, mengaku mendukung penuh cita-cita putrinya tersebut. Menurutnya, apa pun profesi yang dipilih anak kelak akan didukung selama membawa kebaikan dan dijalani dengan sungguh-sungguh.
”Yang penting kami sebagai orang tua mendukung. Semoga cita-citanya bisa tercapai dan menjadi anak yang baik serta bermanfaat bagi banyak orang,” katanya.
Ayip juga berharap kegiatan seperti peringatan Hari Anak Nasional lebih sering digelar dengan melibatkan anak dan orang tua secara bersama-sama. Menurutnya, kegiatan yang memadukan edukasi, permainan, dan pendampingan orang tua dapat menjadi sarana mempererat kedekatan keluarga sekaligus menambah wawasan anak.
”Kalau bisa sering-sering diadakan. Anak-anak jadi belajar banyak, orang tua juga ikut mendampingi. Jadi bukan hanya bermain, tapi ada edukasinya dan hubungan orang tua dengan anak juga semakin dekat,” katanya.
Ketua Panitia, Nanang Nur Fadli mengatakan, Pohon Harapan dihadirkan sebagai media bagi anak-anak untuk menyuarakan harapan, cita-cita, sekaligus isi hati mereka. Menurutnya, melalui kegiatan sederhana tersebut anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan impian yang ingin mereka raih di masa depan.
”Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menuliskan harapan dan cita-citanya. Semoga itu menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berusaha meraih impian,” ujarnya.
Puluhan kupu-kupu berisi harapan yang bergantung di Pohon Harapan itu pun menjadi simbol semangat anak-anak Kudus.
Di balik setiap tulisan sederhana tersimpan beragam impian, doa, dan harapan yang lahir dari kepolosan mereka, sekaligus dukungan orang tua yang setia mendampingi setiap langkah menuju masa depan.
Editor: Supriyadi