Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Peserta lainnya, Halilah Muthiara Hafizhah, siswi kelas II MI Imaduddin Hadiwarno, juga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku paling menyukai pemutaran film animasi WakaKibo dan menuliskan cita-citanya menjadi seorang profesor.

Ayah Halilah, Ayip, mengaku mendukung penuh cita-cita putrinya tersebut. Menurutnya, apa pun profesi yang dipilih anak kelak akan didukung selama membawa kebaikan dan dijalani dengan sungguh-sungguh.

”Yang penting kami sebagai orang tua mendukung. Semoga cita-citanya bisa tercapai dan menjadi anak yang baik serta bermanfaat bagi banyak orang,” katanya.

Ayip juga berharap kegiatan seperti peringatan Hari Anak Nasional lebih sering digelar dengan melibatkan anak dan orang tua secara bersama-sama. Menurutnya, kegiatan yang memadukan edukasi, permainan, dan pendampingan orang tua dapat menjadi sarana mempererat kedekatan keluarga sekaligus menambah wawasan anak.

”Kalau bisa sering-sering diadakan. Anak-anak jadi belajar banyak, orang tua juga ikut mendampingi. Jadi bukan hanya bermain, tapi ada edukasinya dan hubungan orang tua dengan anak juga semakin dekat,” katanya.

Ketua Panitia, Nanang Nur Fadli mengatakan, Pohon Harapan dihadirkan sebagai media bagi anak-anak untuk menyuarakan harapan, cita-cita, sekaligus isi hati mereka. Menurutnya, melalui kegiatan sederhana tersebut anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan impian yang ingin mereka raih di masa depan.

”Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menuliskan harapan dan cita-citanya. Semoga itu menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berusaha meraih impian,” ujarnya.

Puluhan kupu-kupu berisi harapan yang bergantung di Pohon Harapan itu pun menjadi simbol semangat anak-anak Kudus.

Di balik setiap tulisan sederhana tersimpan beragam impian, doa, dan harapan yang lahir dari kepolosan mereka, sekaligus dukungan orang tua yang setia mendampingi setiap langkah menuju masa depan.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini