Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusSungai Juwana dan JU-1 (Juwana-Undaan 1) yang selama ini dikeluhkan para petani karena memicu banjir saat musim hujan dan kekeringan ketika kemarau diharapkan segera dinormalisasi.

Menindaklanjuti hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus telah menggelar rapat koordinasi penanganan pascabencana (PB) dan akan melakukan audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Sekretaris BPBD Kudus Syarif Hidayah mengatakan, audiensi tersebut bertujuan mengusulkan pengerukan sungai melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) BBWS sekaligus meminta kepastian pelaksanaan normalisasi Sungai JU-1 dan Juwana.

”Dari hasil rakor, BPBD akan melakukan audiensi ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait usulan pengerukan sungai-sungai serta normalisasi JU-1 serta Juwana dilakukan,” ujarnya, saat dihubungi Minggu (26/7/2026).

Ia menjelaskan, dalam upaya tersebut BPBD berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, kelompok tani (Poktan), serta Babinsa.

”Sesuai kesepakatan, BPBD sebagai fasilitator, Dinas PUPR sebagai pelaksana sekaligus penyedia alat berat dan BBM,” katanya.

Kelompok tani berperan mendukung penyediaan BBM sekaligus membantu mengarahkan lokasi pekerjaan. Sementara Babinsa bertugas membantu pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Syarif mengungkapkan, pola kolaborasi tersebut sebelumnya telah diterapkan dalam normalisasi sejumlah sungai, yakni Sungai Togor, Sungai Sutriman, Avour DI Makam, serta Sungai Kauman yang terhubung dengan Sungai Jumirah.

Audiensi Gigelar Lusa...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini