Luqman, Santri Qudsiyyah yang Meniti Prestasi Lewat Kitab Bahasa Arab
Wiwid Widia Yulhendrik
Selasa, 28 Juli 2026 20:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Di antara deretan santri MA Qudsiyyah Kudus, Muhammad Luqmanul Hakim tampak seperti remaja pada umumnya. Remaja kelahiran Pati, 3 Maret 2009 itu tak banyak bicara.
Namun, di balik kesehariannya sebagai santri, tersimpan sederet prestasi yang mengantarkannya hingga mewakili Indonesia di ajang internasional.
Kini, di usianya yang baru 17 tahun, siswa kelas XI-C MA Qudsiyyah itu bersiap terbang ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengikuti babak internasional Arabic Reading Challenge 2026.
Ketertarikannya terhadap bahasa Arab ternyata tumbuh sejak pertama kali mondok di Kudus dan menempuh pendidikan di MTs Qudsiyyah. Sejak saat itu, ia mulai akrab dengan kitab-kitab berbahasa Arab dan semakin menikmati berbagai kompetisi yang berkaitan dengan kemampuan membaca kitab maupun bahasa Arab.
”Sejak mondok di Kudus sudah suka teks Arab, suka bahasa Arab. Kebanyakan ikut lomba yang berkaitan dengan teks Arab, termasuk musabaqah qiraatul kutub dan lomba bahasa Arab,” tuturnya, pada Murianews.com.
Bakat itu perlahan berubah menjadi prestasi. Saat masih duduk di kelas VII MTs, Luqman berhasil meraih Juara II Nasional Musabaqah Qiraatul Kutub setelah melalui seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional.
Torehkan prestasi...
Di kelas IX, ia kembali menorehkan prestasi pada Olimpiade Bahasa Arab dengan meraih Juara I tingkat kabupaten, Juara III tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pekalongan, hingga Juara II tingkat nasional di Jakarta.
Memasuki jenjang MA, daftar prestasinya terus bertambah. Ia meraih Juara II kompetisi di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Juara I kompetisi di Sarang, Juara II Syariah Competition 2026, hingga sederet kejuaraan lain di bidang qiraatul kutub dan bahasa Arab.
Prestasi terbaru datang melalui Olimpiade Bahasa Arab 2026. Luqman kembali menjadi Juara I tingkat Kabupaten Kudus dan dijadwalkan mewakili daerahnya pada tingkat Provinsi Jawa Tengah di Magelang pada akhir Agustus 2026.
Belum selesai mempersiapkan Olimpiade Bahasa Arab, Luqman juga harus membagi waktunya untuk menghadapi Arabic Reading Challenge tingkat internasional. Sejak proses seleksi berlangsung pada Mei hingga Juli, kesehariannya tak jauh dari buku-buku berbahasa Arab.
Hampir setiap hari ia membaca kitab, mencatat poin-poin penting, menyusun ringkasan di buku tulis, lalu memperbaikinya berulang kali hingga kalimat yang ditulis benar-benar sesuai.
”Yang pertama membaca, kemudian poin-poinnya dicatat dan dipahami kembali. Setelah itu dibuat draft ditulis manual, lalu dibenahi lagi. Kalau masih kurang tepat, diganti lagi bahasanya supaya lebih menarik,” ujarnya.
Rangkum 25 buku...
Pada seleksi nasional, Luqman berhasil merangkum 25 buku bertema sirah atau sejarah Islam. Namun tantangan di Dubai diperkirakan lebih berat. Ia bahkan memasang target merangkum hingga 50 buku untuk semakin memperkaya referensi bacaan berbahasa Arab.
”Targetnya 50 buku, realistisnya 35 buku. Semakin banyak membaca, semakin baik untuk persiapan,” katanya
Di balik pencapaiannya, Luqman mengaku tak bisa berjalan sendiri. Dukungan orang tua, madrasah, dan pondok pesantren menjadi penyemangatnya selama mengikuti berbagai perlombaan.
”Saya berterima kasih kepada kedua orang tua saya, pihak sekolah, dan pondok pesantren yang selalu mendukung serta memfasilitasi saya selama mengikuti perlombaan,” ungkapnya.
Di sela kesibukannya sebagai santri sekaligus peserta berbagai kompetisi, ia tetap menyimpan cita-cita mulia. Menjadi seorang dosen dan terus mendalami dunia akademik melalui bahasa Arab yang telah ditekuni.
Guru BK MA Qudsiyyah, Zidni Ilma Hafi, mengatakan bakat Luqman sudah terlihat sejak masih menempuh pendidikan di MTs Qudsiyyah. Saat melanjutkan ke jenjang MA, sekolah hanya tinggal mengembangkan potensi yang telah dimilikinya.
Pribadi disiplin...
Menurutnya, Luqman bukan hanya unggul dalam bahasa Arab dan membaca kitab, tetapi juga dikenal sebagai pribadi yang disiplin serta memiliki kemauan belajar tinggi.
”Luqman anak yang cerdas, tidak pernah neko-neko, disiplin, datang tepat waktu, dan selalu berusaha menguasai pelajaran. Itu yang membuat kami yakin dia mampu terus berkembang,” tandasnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



