Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta China melakukan transfer teknologi pertanian di Indonesia, salah satunya teknologi pembibitan padi.

Permintaan itu dilakukan karena Negeri Tirai Bambu itu telah sukses mencapai swasembara beras. Keberhasilan itu, salah satunya berkat inovasi padi hibrida.

Perlu diketahui, padi hibrida merupakan varietas unggulan karena mampu menghasilkan panen dua kali lipat dari biasanya. Inovasi ini ditemukan Yuan Longping pada 1962.

Sejarah membuktikan temuan Yuan Longping menjadi terobosan baru dan mampu membuat China serta negara lain yang menggunakan benih temuannya itu mengalami peningkatan produksi pangan.

Bahkan, berkat padi hibrida temuan Yuan Longping, China berhasil bebas dari bencana kelaparan yang pernah melanda saat itu.

Hanya saja, kesuksesan padi hibrida di China menemui jalan terjal saat diterapkan di Indonesia. Meski sudah ditemukan sejak 1960-an, varietas ini baru diperkenalkan di Indonesia pada 2003 lalu.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler