Anggur Shine Muscat Masih Beredar di Indonesia, DPR RI Ngamuk
Zulkifli Fahmi
Rabu, 30 Oktober 2024 12:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – DPR RI meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Karantina untuk mengawasi peredaran anggur shine muscat.
Itu menyusul laporan hasil uji laboratorium di Thailand yang menyebutkan anggur shine muscat terkontaminasi dengan pestisida berbahaya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPOM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024), Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani pun ngamuk.
Ia pun heran BPOM tak segera bergerak ketika informasi anggur shine muscat terpapar zat berbahaya membuat ramai masyarakat. Ia pun meminta agar anggur berkelir hijau itu tak masuk ke Indonesia.
’’Karena ada informasi yang terkait yang namanya anggur muscat itu, itu enggak boleh masuk ke Indonesia karena banyak bahan kimia berbahaya. Saya tanya Rizkal (Deputi Bidang Penindakan BPOM), kenapa bisa kok BPOM enggak bergerak?’’ kata Irma dalam rapat, seperti dikutip di Viva.co.id, Rabu (30/10/2024).
Dalam rapat itu, Irma pun tak puas dengan jawaban Deputi Bidang Penindakan BPOM. Bahkan, ia sampai mengumpat dengan menyebut Deputi Bidang Penindakan BPOM itu bodoh.
’’Kata Rizkal, itu bukan wilayah BPOM. Itu wilayahnya dari karantina. Kalau saya bilang nih, Rizkal goblok nih. Bukan itu jawaban Rizkal, jawabannya itu kamu harus berkoordinasi dengan mereka, kamu koordinasi sama mereka, ya ini ada begini nih, ini bagaimana nih tindak lanjutnya,’’ sambungnya.
Kinerja BPOM Disorot
- 1
- 2



