Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Warga Negara Indonesia atau WNI ditembaki Kepolisian Diraja Malaysia di perairan Selangor, Malaysia, Jumat (24/1/2025). Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengecam tindakan itu.

Menurut KP2MI, tindakan itu merupakan hal yang berlebihan. Terlebih, akibat insiden itu seorang WNI meninggal dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani pun mendesak Pemerintah Malaysia mengusut peristiwa itu dan mengambil tindakan tegas yang dilakukan petugas Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM).

”Tindakan tegas petugas patroli APMM apabila terbukti melakukan tindakan yang melibatkan penggunaan kekuatan berlebihan atau excessive use of force,” katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (26/1/2025).

Dijelaskan, peristiwa penembakan dilakukan APMM pada lima pekerja migran Indonesia (PMI) non-posedural terjadi Jumat (24/1/2025) dini hari pukul 03.00 waktu Malaysia.

Seorang WNI meninggal dalam insiden itu. Satu lainnya kritis dan tiga orang dirawat di beberapa rumah sakit di Selangor, Malaysia.
Mereka menjadi korban penembakan lantaran diduga melakukan perlawanan pada petugas.

Selain mengecam keras tindakan berlebihan itu, KP2MI berkomitmen untuk berkoordinasi guna memastikan para korban terluka mendapatkan perawatan medis.

Dukungan untuk Keluarga Korban...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler