Kantor Tempo Diteror Kembali, Kapolri Perintahkan Usut Tuntas
Zulkifli Fahmi
Sabtu, 22 Maret 2025 23:19:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kantor Tempo diteror kembali, Sabtu (22/3/2025). Setelah diteror kepala babi pada Rabu (19/3/2025), kini kantor Tempo diteror bangkai tikus.
Rangkaian teror itu pun telah menjadi perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia mengatakan telah memerintahkan Kabareskrim Komjen Wahyu Widada untk mengusut tuntas kasus itu.
”Kemudian yang kedua kaitannya dengan peristiwa di media Tempo, saya sudah perintahkan kepada Kabareskrim untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut,” kata Sigit, seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (22/3/2025).
Ia memastikan, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik menindaklanjuti laporan itu.
”Kita semua tentunya akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk bisa menindaklanjuti hal tersebut,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kantor Tempo menerima paket berisi kepala babi dengan telinga terpotong pada Rabu (19/3/2025).
Paket itu dikirim seorang kurir memakai atribut salah satu aplikasi pengiriman barang. Barang tersebut ditujukan pada Francisca Christy Rosana, wartawan Tempo desk politik sekaligus host siniar Bocor Alus Politik.
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra pun telah mendatangi Mabes Polri pada Jumat (21/3/2025) untuk melaporkan teror kepala babi itu dengan menyerahkan paket tersebut sebagai barang bukti.
Teror Kembali Datang...



