Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menilai Bjorka membocorkan 341 ribu data personel Polri hanya untuk menimbulkan kegaduhan.

Ia bahkan menyebut, aksi itu dilakukan Bjorka ”Palsu” yang bertujuan untuk membingungkan dan mengecoh masyarakat.

Edi pun mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya mengungkap sosok di balik Bjorka yang meresahkan dengan membocorkan data-data publik.

”Kita minta terus (dikembangkan) agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata dia, seperti dikutip dari Inilah.com, Selasa (7/10/2025).

Ia menilai, sosok WFT yang disebut sebagai Bjorka ditangkap karena ada bukti kuat terkait perbuatan melanggar hukum. Ia pun meminta masyarakat tetap hati-hati.

”Kalau kini ada pihak yang mengaku-ngaku itu tidak perlu dipercayai. Tapi harus diingat, membohongi masyarakat itu merupakan pelanggaran hukum. Jadi hati-hati,” tegas Edi.

Kendati begitu, ia meminta Polda Metro Jaya untuk mendalami siapa di balik Bjorka yang menimbulkan kegaduhan belakangan ini.

”Bila ada bukti pelanggaran hukum, proses secara hukum,” sambung dia.

Kejutan... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News