Hasil TKA di Kudus Jeblok, Pakar Pendidikan UMK Soroti Ini
Wiwid Widia Yulhendrik
Selasa, 2 Juni 2026 18:25:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Rendahnya hasil TKA atau Tes Kemampuan Akademik siswa SD dan SMP di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi sorotan. Salah satunya datang dari pakar pendidikan Universitas Muria Kudus Prof Dr Drs Achmad Hilal Madjdi.
Ia menyebut, situasi itu menjadi pengingat pentingnya penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam dunia pendidikan.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan itu menilai penguatan kemampuan dasar siswa tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan harus berjalan beriringan.
”Harus simultan. Jadi anak-anak punya numerasi yang bagus, tapi juga literate,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data Disdikpora Kudus, hasil TKA di Kudus pada mata pelajaran (Mapel) Matematika SD tercatat mencapai 47,91 dan SMP lebih rendah, yakni 43,39. Sementara, untuk Mapel Bahasa Indonesia, rata-rata nilai siswa SD mencapai 66,74 dan SMP 67,20.
Menurut Hilal, capaian itu menunjukkan penguatan kompetensi dasar siswa masih perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam kemampuan numerasi dan literasi sebagai fondasi pembelajaran.
Ia menjelaskan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan memahami teori, tetapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
”Literate itu tidak sekadar mengerti dan paham, tapi juga melakukan,” katanya.
Berpikir Kritis...



