Kamis, 29 Februari 2024

Sisir 8 Kecamatan, Bawaslu Tertibkan Seribuan Lebih APK di Kudus

Anggara Jiwandhana
Selasa, 14 November 2023 15:35:00
Penertiban baliho di Mejobo Kudus oleh Bawaslu Kudus, Senin (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengaku telah menertibkan seribuan lebih Alat Peraga Kampanye (APK) di delapan kecamatan di Kudus. Jumlah itu masih akan bertambah mengingat masih ada satu kecamatan lagi yang belum ditertibkan.

”Besok rencananya akan kami tertibkan, terakhir di Undaan,” ucap Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan, Selasa (14/11/2023).

Dia mengungkapkan, sepanjang APK tersebut mengandung unsur kampanye, Bawaslu, tidak akan tebang pilih meskipun APK tersebut ditempatkan di lokasi yang berbayar. Unsur kampanye tersebut mulai dari simbol-simbol pemilihan seperti paku, surat suara, kata-kata mohon doa restu hingga mohon dukungannya.

”Kami tidak ada urusan apakah baliho tersebut berbayar atau tidak, sepanjang dia ada ajakan untuk kampanyenya, tetap akan kami tindak,” tegasnya.

Sama halnya baliho besar berisikan gambar pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden Mahfud MD yang dicopot hari ini.

Baliho Ganjar-Mahfud tersebut menyatu dengan gambar sejumlah calon legislatif (caleg) PDIP. Yakni caleg DPRD Kudus Juwahyuni, caleg DPRD Jateng Supriyadi dan caleg DPR RI H Musthofa.

”Yang melanggar sejatinya adalah yang di gambar calon anggota dewannya karena ada unsur ajakan mencoblos, yakni ada tanda pakunya. Kebetulannya ada gambar capres-cawapresnya dalam satu baliho, jadi tetap diturunkan,” tambahnya.

Dalam lingkup yang sama, terdapat pula baliho bergambar Ganjar Pranowo dengan tulisan Ganjar Presidenku. Kemudian ada juga gambar capres-cawapres lainnya yakni Prabowo Gibran, hingga gambar Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

Namun, baliho-baliho tersebut tidak ikut ditertibkan karena tidak melanggar ketentuan kampanye. Karena tidak mengandung unsur-unsur ajakan.

”Ya kami biarkan, itu jatuhnya adalah alat peraga sosialisasi (APS)  bukan alat peraga kampanye (APK),” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar