Rabu, 28 Februari 2024

Luhut Sebut Tidak Ada Lagi Kepala Daerah yang Terkena OTT

Cholis Anwar
Kamis, 14 September 2023 15:31:00
Tangkapan layar Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri sidang pencemaran nama baik sebagai saksi. (Youtube Kompas TV)

Murianews, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan jika akhir-akhir ini tidak ada lagi kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus korupsi. Menurutnya, hal ini terjadi karena pemerintah telah mengimplementasikan digitalisasi dalam sistem pengadaan barang dan jasa.

”Kalau teman-teman amati, ada nggak kepala daerah yang OTT? Kan tidak ada,” kata Luhut dalam Seminar Nasional IKAXA mengutip Detik.com, Kamis (14/9/2023).

Luhut menjelaskan, saat ini pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dilakukan secara daring melalui program e-catalog. Pendekatan ini telah membantu meminimalkan potensi korupsi di tingkat pemerintah daerah.

Selama proses digitalisasi, Luhut mengakui jika banyak orang yang merasa tidak setuju dengan pandangannya yang mengatakan OTT tidak lagi diperlukan. Namun, menurutnya, jika sistem yang telah dibangun oleh pemerintah dapat mencegah korupsi, maka tindakan OTT seakan tidak lagi dibutuhkan.

”Dulu orang marah-marah kepada saya. Pak Luhut nggak setuju dengan OTT, ini bukan setuju nggak setuju, kalau nggak perlu OTT kenapa harus OTT dengan sistem yang kita bangun,” ungkap Luhut.

Luhut menekankan, meskipun manusia pada dasarnya memiliki sifat jahat, ada agama, hukum perundangan-undangan, dan pengawasan yang menjadi pengingat agar manusia tidak melakukan perbuatan jahat. Namun, menurutnya, langkah ini masih belum cukup. Oleh karena itu, pemerintah membangun sistem digitalisasi sebagai langkah preventif untuk menghindari tindakan jahat.

”Sebenarnya itu tidak cukup, maka kita buatlah digitalisasi agar orang tidak bisa mencuri. Dengan government procurement digital, ini seperti berurusan dengan mesin. Jadi seperti Amazon, tinggal memilih di sana saja, tidak perlu ada tender,” tambah Luhut.

Komentar