Rabu, 21 Februari 2024

Kekeringan Pati Bikin Warga Terpaksa Beli Air Galon untuk Mandi

Umar Hanafi
Sabtu, 23 September 2023 16:04:00
PWI Pati menyalurkan air bersih di Kecamatan Pucakwangi, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2023). (Murianews/PWI Pati)

Murianews, Pati – Kekeringan masih melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada pekan terakhir bulan September 2023. Bahkan, kekeringan ekstrem membuat beberapa warga terpaksa membeli air galon untuk mandi dan memasak. 

Jarwi, salah satu warga Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi bungah setelah wilayahnya mendapatkan bantuan air bersih dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati, Sabtu (23/9/2023). 

Bantuan ini sangat diperlukan warga sekitar, mengingat sudah berbulan-bulan warga mengalami kekeringan. Bila tidak ada bantuan, ia dan warga lainnya terpaksa harus membeli air galon untuk kebutuhan rumah tangga. Mandi, masak, cuci piring, dan lainnya. 

”Kalau ndak ada bantuan terpaksa beli air galon untuk mandi. Per galon Rp 5 ribu. Sangat keberadaan. Sehari habis tiga galon,” katanya. 

Ia menilai kekeringan tahun ini merupakan yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Sumur di desanya sudah mengering. Sementara air embung keruh, tak bisa digunakan. Jarwi pun menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak enam bulan yang lalu. 

”Biasanya ndak pernah selama ini. (Tahun) ini yang terparah, biasanya 3-4 bulan ada hujan,” ujar Jarwi.

Kondisi serupa juga dirasakan warga Desa Plosorejo, Kecamatan Pucakwangi. Mereka terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari bila tidak ada bantuan air bersih. 

”Kekurangan air lumayan cukup lama. Kesulitan mendapatkan air bersih. Harus beli. Sehari mandi tiga kali ya tiga galon Rp 15 ribu. Sangat memberatkan. Kalau bisa ada bantuan air bersih,” kata Aziz. 

Dalam kesempatan itu, PWI Pati men-dropping dua tangki air bersih di dua desa tersebut. Langkah ini merupakan salah satu program PWI Pati Peduli. Pihaknya ingin mencoba meringankan beban para korban bencana di Bumi Mina Tani. 

PWI Pati bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyalurkan bantuan air bersih ini. Diharapkan kepedulian terhadap korban bencana semakin tumbuh, sehingga mereka tidak merasa ditinggalkan. 

”Ini sesi pertama. Nanti ada sesi kedua lagi yang akan kita puter ke daerah lain,” ujar Ketua PWI Pati Moch Noor Effendi. 

Editor: Ali Muntoha

Komentar