Senin, 4 Maret 2024

Polisi Pati Buru Dalang Ekspor Motor Bodong ke Timor Leste

Umar Hanafi
Rabu, 6 Desember 2023 16:42:00
Sejumlah kendaraan bermotor hasil kejahatan diamankan di Markas Polresta Pati, Rabu (6/12/2023). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati terus mendalami  kasus ekspor motor dan mobil ilegal ke Timor Leste. Kini, pihak kepolisian tengah memburu dalang di balik kasus motor dan mobil bodong yang dijual ke luar negeri itu.

Saat ini, baru empat pelaku yang telah diamankan. Dua di antaranya merupakan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang berinisial I dan K.

Sementara sisanya merupakan sepasang suami-istri berinisial S dan S. Mereka dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Seorang DPO merupakan warga Kota Surabaya yang berperan sebagai penyalur kendaraan bermotor ke Timor Leste. Seorang lagi merupakan warga Timor Leste menerima ekspor motor dan mobil tersebut.

”Sindikat ini sudah beberapa kali melakukan pengiriman kendaraan ke Timor Leste,” kata Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar, Rabu (5/11/2023).

Kompol Onkoseno mengungkapkan pembongkaran kasus itu terjadi pada Jumat (1/12/2023). Awalnya, mereka mengamankan satu truk yang membawa delapan kendaraan bermotor roda dua.

”Setelah kita dalami, ternyata truk itu mengangkut motor hasil kejahatan yang akan di kirim ke pihak pembeli dengan harga murah,” ujarnya.

Pihaknya kemudian mengamankan dua orang warga Kabupaten Pati. Setelah mendapatkan keterangan dari keduanya, Polresta Pati kemudian mengembangkan kasus dan mengejar pelaku lain di Kabupaten Boyolali.

”Alurnya, kelompok pertama menitipkan ke kelompok kedua di Boyolali. Kita amankan mobil dan kendaraan bermotor roda dua. Kendaraan ini akan di krim ke Timor Leste. Untuk pengiriman dan sebagainya masih kita dalami,” tutur dia.

Dari tangan para pelaku puluhan kendaraan kendaraan roda dua dan tiga kendaraan, serta mobil disita Polresta Pati. Para pelaku pun saat ini ditahan di tahanan Polresta Pati.

Mereka terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun. Pasal yang dijeratkan yakni 480 dan 481 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Editor: Ali Muntoha

 

Komentar