Jumat, 23 Februari 2024

Polda Metro Jaya: Penangkapan Tiga Polisi Tak Terkait Terorisme

Zulkifli Fahmi
Jumat, 18 Agustus 2023 16:32:00
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. (Suara.com)

Murianews, Jakarta – Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi membantah penangkapan tiga anggota Polri berkaitan dengan aksi terorisme yang dilakukan pegawai PT KAI berinisial DE.

Hengki mengatakan, sebelumnya beredar terkait penangkapan tiga anggota Polri. Mereka dikabarkan ditangkap lantaran terlibat jaringan terorisme yang dilakukan DE.

Hengki pun menegaskan, penangkapan ketiganya tak ada kaitannya dengan terorisme.

’’Terkait Anggota Polri ini beredar beberapa anggota Polri terlibat dengan jaringan teror. Anggota Polri tidak ada hubungannya dengan jaringan teror,’’ ujar Hengki dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, dikutip dari Suara.com, Jumat (18/8/2023).

Ia mengatakan, ketiga anggota Polri tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus jual beli senjata api ilegal. Saat ini ketiganya masih dalam proses pemeriksaan polisi.

Hengki menjelaskan, ketiga polisi tersebut yakni anggota Dirreskrimum Polda Metro Jaya Bripka Reynaldi Prakoso, anggota Renimn Samapta Polresta Cirebon Kabupaten Bripka Syarif Mukhsin, dan Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara Iptu Muhammad Yudi Saputra.

Ketiganya diamankan di lokasi berbeda. Bripka Reynaldi ditangkap langsung oleh Polda Metro Jaya. Kemudian, Bripka Syarif diproses di Bidpropam Polda Jabar.

’’Pertama terkait anggota Krimum Polda Metro Jaya, itu kami yang mengamankan. Karena senjata yang bersangkutan itu menerima senjata ilegal sekarang di-Patsus. Kalau ada pidana kita pidanakan meskipun itu anggota PMJ,’’ imbuhnya.

Hengki menjelaskan, Bripka Reynaldi sebelumnya pernah meminta upgrade senjata dari airsoft gun ke senjata api melalui Bripka Syarif. Kemudian, Bripka Syarif diduga memberitahukan tempat pembelian senpi ilegal itu kepada Bripka Reynaldi.

Sementara, Iptu Yudi hanya dititipi senjata oleh penjual senpi ilegal yang telah ditangkap. Hengki pun membantah Iptu Yudi terlibat aksi terorisme sebagai penyuplai senjata ke DE.

’’Tetapi yang bersangkutan di sini ini ada salahnya juga. Karena yang kita tangkap target ini, karena dia tahu ditangkap oleh kepolisian, ketakutan, menitipkan senjatanya kepada anggota ini (Iptu Yudi),’’ kata Hengki.

Sebelumnya dikabarkan tiga anggota Polri ditangkap diduga terkait aktivitas terorisme yang dilakukan pegawai PT KAI berinisial DE. Kabar tersebut berawal dari adanya pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp.

Disebutkan tiga orang polisi menjadi pemasok senjata untuk DE yang kemudian ditangkap Densus 88 Antiteror Polri terkait kasus dugaan tindak pidana terorisme di rumahnya kawasan Jalan Raya Bulak Sentul, RT 07 RW 027, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Jawa Barat, pada Senin (14/8/2023) sekitar pukul 13.17 WIB.

Komentar