Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Wali santri Pondok Pesantren atau ponpes Al Chalimi, Bulungkcangkring, Jekulo, Jawa Tengah, meminta Polres Kudus tegas dalam perkara dugaan eksploitasi santri di pondok tersebut.

Pasalnya, dalam perkara ini, sudah ada empat orang yang dinyatakan sebagai tersangka. Namun hingga kini, Polres Kudus belum melakukan penahanan terhadap para tersangka.  

Berdasar surat pemberitahuan bernomor: B/76.a/XI/RES.1.24/2024/Reskrim pada tanggal 11 November 2024. Polres Kudus menyampaikan telah menetapkan empat tersangka.

 Yakni AH yang adalah mantan ketua pengurus Yayasan Al Chalimi dan saat ini Pengasuh Ponpes Alfattah Raudlatul Quran, berinsial AH. Sedangkan tiga lainnya, ustaz di Ponpes Alfattah Raudlatul Quran yakni KMT, KF, MM.

Kuasa Hukum Wali Santri Solikhin mengatakan, pertimbangan obyektif maupun subyektif dalam kasus ini sudah terpenuhi. Sehingga sudah sepatutnya, para tersangka mulai dilakukan penahanan.

Secara obyektif, pasal yang disangkakan memiliki ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara, secara subyektif, para tersangka dikhawatirkan bisa kabur, menghilangkan barang bukti maupun melakukan tidak pidana serupa.

”Para tersangka bahkan kembali melakukan tindak pidana serupa dengan menggerakkan para santri yang merupakan anak-anak itu untuk berunjuk rasa di Mapolres Kamis kemarin,” kata Solikhin, Jumat (22/11/2024).

Khawatir hal serupa terulang lagi

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler