Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Gunungkidul – Tak hanya asal-asalan, Petani Punk Gunungkidul ternyata juga tidak mementingkan omzet saat mulai bercocok tanam. Padahal, mereka berupaya mengembangkan pupuk organiknya sendiri.

Mereka mengumpulkan limbah rumah tangga dan kotoran ternak. Kemudian diolah dan disulap menjadi nutrisi tanaman yang ampuh menghasilkan panen berkualitas.

Awalnya, petani punk Gunungkidul ini sempat kesulitan teknis karena latar belakang mereka yang jauh dari dunia pertanian. Namun, berkat pendampingan dari kolega, mereka kini mahir memproduksi pupuk dan pestisida alami sendiri.

”Sebisa mungkin kami menghindari bahan-bahan kimia untuk bertani. Akhirnya membuat pupuk dan pestisida alami, bahannya dari urin kambing untuk kalsium hingga leri (air bekas mencuci) beras untuk protein, kalau pestisida pakai empon-empon,” jelas SiBagz salah satu Petani Punk Gunungkidul.

Hasil pertanian organik ini pun tidak dikomersialkan secara kaku. Anggota komunitas bebas mengambil hasil panen untuk kebutuhan dapur di rumah masing-masing. Jika ada kelebihan, barulah dijual atau digunakan untuk aksi sosial seperti memperbaiki rumah warga.

beri syarat ke SPPG...  

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler