Harga Beras di Pasar Baru Kudus Kembali Naik, Segini Harganya
Annisa Rizky Madina
Jumat, 24 Mei 2024 19:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Harga beras di Pasar Baru Kudus kembali naik pada libur panjang akhir pekan, Jumat (24/5/2024). Kenaikan itu terlihat pada harga beras medium.
Berdasarkan pemantauan dari Murianews.com di Pasar Baru Kudus, harga beras Medium mencapai Rp 11.700 - Rp 11.900 per kilogram. Harga ini naik Rp 400-Rp 600 per kilogram dibandingkan pekan lalu yang seharga Rp 11.300 per kilogram.
Asrofi, salah satu pedagang beras di Pasar Baru Kudus mengatakan bahwa harga beras naik karena dampak dari harga gabah yang juga mengalami kenaikan.
”Beberapa hari yang lalu harga beras sempat turun, sekarang naik lagi. Ini dampak dari harga gabah yang naik jadi Rp 690 ribu per kuintal,” kata Asrofi.
Meskipun demikian, Asrofi berujar bahwa kenaikan harga beras tak begitu ia rasakan dampaknya. Berbeda dengan para konsumen, dampak kenaikan harga beras tetap bisa dirasakan.
Salah satunya adalah Nikmah (52) yang mengatakan bahwa besar-kecilnya kenaikan harga beras tetap terasa bagi orang desa. Ia mengungkap, harga pangan yang stabil bisa membantu masyarakat ekonomi menengah.
”Ya senang kalau harga beras turun, itu membantu kami orang desa,” ujarnya.
Berbeda dengan petani padi, Rosminah (58) mengungkap bahwa turunnya harga beras justru berdampak bagi petani.
”Harga pupuk mahal, belum lagi kalau ada hama dan banjir, kami bisa rugi besar,” katanya.
Editor: Supriyadi



